Selasa, 01 November 2016

LAPORAN OBSERVASI PENGELOLAAN EVALUASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

LAPORAN OBSERVASI
PENGELOLAAN EVALUASI DALAM
PROSES PEMBELAJARAN DI MTs NURUL HUDA
Desa Prapatan Kecamatan Sumberjaya
Kabupaten Majalengka
Dosen Pengampu : Saifuddin, M.Ag



Description: Logo_IAIN_CIREBON.jpg







Oleh :
Kelompok 10
Clara Syntia                          (1413163059)
Santi Nurfadhillah S.                        (1413162041)
Sefi Maulana                         (1413163110)
Biologi - B / IV

JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2015
BAB X
PENGELOLAAN EVALUASI DALAM
PROSES PEMBELAJARAN

A.    Pendahuluan
Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.
Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. (Hamalik, 2008 : 57). Hasil evaluasi diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. Hasil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, bermanfaat, atau tidak bermanfaat, dan lain-lain. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi salah satu patokan bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik, pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian pula sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Untuk memahami lebih dalam mengenai evaluasi dalam proses pembelajaran, dalam laporan ini akan dibahas mengenai teori tentang evaluasi pembelajaran, hasil observasi evaluasi pembelajaran di MTs Nurul Huda, serta analisis hasil observasi.

B.     Teori Tentang Evaluasi Pembelajaran
1.      Pengertian Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian. Menurut Benyamin S. Bloom Evaluasi merupakan “Handbook on formative and summative evaluation of student learning”, yang artinya Evaluasi adalah pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan yang terjadi pada anak didik. Jadi, kita sebagai guru harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri siswa. (Sukardi, 2008: 5).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian atau suatu proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. (Sukardi, 2008: 5).
Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Evaluasi adalah proses menentukan nilai suatu objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu, di mana objeknya adalah hasil belajar siswa dan kriterianya adalah ukuran (sedang, rendah, tingginya).

2.      Tujuan Evaluasi
a.       Menilai ketercapaian tujuan
b.      Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang bervariasi
c.       Memotivasi belajar siswa
d.      Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum
e.       Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. (Zaenal. 2010: 9).
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diketahui bahwa tujuan utama melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa, sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi.

3.      Fungsi Evaluasi
a.       Evaluasi berfungsi selektif
Dengan mengadakan evaluasi guru dapat mengadakan seleksi pada siswanya dengan tujuan memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu, untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas, untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa, atau untuk memilih siswa yang sudah berhak lulus.
b.      Evaluasi berfungsi diagnostik.
Apabila alat yang digunkan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan dapat mengetahui kelemahan siswa, dan sebab-sebab kelemahan siswa. (Dimyati, 2006: 67)
c.       Evaluasi berfungsi sebagai penempatan.
Untuk dapat menetukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan maka digunkanlah suatu kegiatan evaluasi.
d.      Evaluasi berfungsi sebgai pengukuran keberhasilan.
Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.Keberahasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem kurikulum. (Nana. 1989: 17)

4.      Prinsip Evaluasi
a.       Prinsip Keseluruhan
Yang dimaksud dengan evaluasi yang berprinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensif adalah evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa dalam pelaksanaannya evaluasi tidak dapat dilaksanakan secara terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup dan bukan benda mati. (Aunurrahman, 2010: 99)
b.      Prinsip Kesinambungan
Istilah lain dari prinsip ini adalah kontinuitas. Penilaian yang berkesinambungan ini artinya adalah penilaian yang dilakukan secara terus menerus, sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Penilaian secara berkesinambungan ini akan memungkinkan si penilai memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik sejak awal mengikuti program pendidikan sampai dengan saat-saat mereka mengakhiri program-program pendidikan yang mereka tempuh.
c.       Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mengandung makna bahwa evaluasi hasil belajar terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subjektif. Orang juga sering menyebut prinsip objektif ini dengan sebutan “apa adanya”. Istilah apa adanya ini mengandung pengertian bahwa materi evaluasi tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan sesuai atau sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran. (Nurkancana, 1983 : 49)

5.      Langkah-Langkah Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran
a.    Langkah Perencanaan
Sukses atau tidaknya suatu program evaluasi pada hakikatnya turut menentukan oleh baik tidaknya perencanaan. Makin sempurna kita melakukan langkah pokok perencanaan ini makin sedikitlah kesulitan-kesulitan yang akan kita jumpai dalam melaksanakan langkah-langkah berikutnya.
b.    Langkah Pengumpulan Data
Masalah pertama yang kita hadapi dalam melakukan langkah ini ialah menentukan data apa saja yang kita butuhkan untuk melakukan tugas evaluasi yang kita butuhkan dan melakukan tugas evaluasi yang kita hadapi dengan baik.
c.    Langkah Penelitian Data
Data yang telah terkumpul harus disaring lebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut, proses penyaringan ini kita sebut penelitian data atau verifikasi data.
d.   Langkah-Langkah Pengolahan Data
Langkah pengolahan data dilakukan untuk memberikan “makna” terhadap data yang pada kita. Jadi hal ini berarti bakwa tanpa kita olah, dan diatur lebih dulu data itu sebenarnya tidak dapat menceritakan suatu apapun kepada kita.
e.    Langkah Penafsiran Data
Dalam prakteknya langkah pengumpulan dan penadsira data tidak dipisah-pisahkan. Apabila kita melakukan suatu pengolahan terhadap sekumpulan data, dengan sendirinya kita akan memperoleh “tafsir” makna data yang kita hadapi.
f.     Langkah Meningkatkan Daya Serap Peserta Didik
Hasil pemikiran memiliki fungsi utama untuk memperbaiki tingkat penguasaan peserta didik. Hasil pengukuran secara umum dapat dikatakan bisa membantu, memperjelas tujuan instruksional, menentukan kebutuhan peserta didik, dan menentukan keberhasilan peserta didik dalam suatu proses pembelajaran.
g.    Laporan Hasil Penelitian
Pada akhir waktu proses pembelajaran, diperlukan suatu laporan kemajuan peserta didik, yang selanjutnya merupakan laporan kemajuan sekolah. Laporan ini akan memberikan bukti sejauh mana pendidikan yang diharapkan oleh anggota masyarakat khususnya orang tua peserta didik dapat tercapai. (Amir, 2013).

6.      Metode Evaluasi
a.       Tipe Evaluasi tes
Tes adalah sebuah alat yang telah direncanakan berfungsi sebagai alat pengukur kemampuan, kecakapan dan pengetahuan anak. (Saifuddin, 2015: 158).
b.      Tipe Evaluasi Non Tes
Teknik non tes adalah alat yang dilakukan tanpa melalui tes. Tes ini digunakan untuk menilai karakteristik lain dari murid, misalnya komitmen dalam ibadah murid. (Saifuddin, 2015: 159)

7.      Jenis-Jenis Evaluasi
a.       Evaluasi Formatif
Evaluasi Formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan di tengah satuan waktu pembelajaran setelah beberapa satuan materi pembelajaran diselesaikan untuk mencari tahu sejauh mana siswa dapat menguasai tujuan instruksional atau kompetensi dasar yang telah ditetapkan. (Saifuddin, 2015: 159).
b.      Evaluasi Sumatif
Evaluasi Sumatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir semester setelah sejumlah materi pembelajaran diselesaikan untuk menentukan hasil dan kemampuan belajar siswa, termasuk urutan-urutan kemampuan siswa dalam kelompoknya. (Saifuddin, 2015: 160).
C.    Hasil Observasi
Observasi yang dilakukan pada salah satu Madrasah Tsanawiah swasta yang berada di kec. Sumberjaya Kab. Majalengka, yaitu MTs NH. Pada awal kedatangan observer ke dalam lingkungan MTs NH sambutan guru-guru sangat baik, dengan mempersilahkan observer menunggu selain itu observer di ajak berbincang-bincang sambil menunggu narasumber datang. Keadaan sekolah ketika observer datang dalam keadaan sibuk, baik guru-gurunya ataupun siswa sibuk mempersiapkan Ujian kelas sembilan yaitu UAMBN.
Ketika narasumber datang, observer langsung menemuinya untuk mengikuti kegiatan proses pembelajaran terlebih dahulu baru kemudian evaluasi yang akan dilakukan. Sebelumnya guru yang bersangkutan atau narasumber memberikan materi dan bimbingan mengenai praktikum pencemaran lingkungan. Para siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran praktikum. Di akui oleh para siswanya, proses pembelajaran inilah yang paling di sukai.
Pada proses pembelajaran dengan cara praktikum yang dilakukan, narasumber menggunakan bentuk evaluasi unjuk kerja. Di mana siswa yang telah melakukan praktikum di wajibkan membuat langkah kerja sendiri, karena langkah kerja praktikum tidak di tentukkan oleh guru. Hal ini berdasarkan metode inquiry. Menurut teori yang terdapat pada Zaenal (2010: 21) Metode inquiry adalah suatu cara menyampaikan pelajaran dengan menelaah sesuatu yang bersifat mencari secara kritis, analisis, dan argumentatif (ilmiah) dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan.
Sebagaimana yang di paparkan oleh narasumber, bahwa dalam proses pembelajaran praktikum biasanya evaluasi yang dilakukan tidak hanya dalam bentuk unjuk kerja saja akan tetapi juga pre-test dan post-test. Pre-test adalah jenis evaluasi yang dilakukan sebelum proses pembelajaran, yang berbentuk beberapa pertanyaan tertulis mengenai materi yang akan di bahas. Sedangkan post-tes adalah evaluasi tertulis yang di lakukan setelah pembelajaran selesai di lakukan. Para siswa mengakui bahwa jenis evaluasi yang lebih di sukai adalah jenis evaluasi post-tes, di mana mereka lebih mudah untuk menjawab karena materi yang di pertanyakan telah mereka kuasai.
Evaluasi yang rutin di lakukan di dalam lingkungan sekolah MTs NH yaitu penilaian sikap, ulangan harian, UTS, dan UAS . Adapun presentasi UAS di dalam raport adalah 40%, dan di susul oleh nilai lainnya seperti ulangan harian dan UTS. Namun, di akui oleh narasumber selain dari aspek kognitif nilai sikap juga sangat menentukan nilai raport para peserta didiknya. Hal ini di karenakan bahwa proses pembelajaran di katakan sukses apabila terdapat perubahan sikap dari peserta didik, perubahan sikap ini di dapat dari ilmu yang dia terima dan dia pahami. Karena, jenis penilaian yanag di terapkan di MTs NH, lebih tepatnya pada mata pelajaran IPA adalah penilaian berbasis sikap.
Pada pelaksanaannya, evaluasi tidak hanya dilakukan dengan tes tulis saja akan tetapi juga dilakukan dengan penilaian sikap afektif, dan psikomotorik. Penilaian afektif ini contohnya adalah bagaimana sikap peserta didik bertemu dengan guru apakah bersalaman atau tidak. Menurut narasumber yang berprofesi sebagai guru, beliau sering berhadapan dengan siswa yang apabila bertemu, siswa cenderung tidak menghormati atau acuh terhadapa gurunya. Maka hal ini menjadi penilaian bahwa siswa yang bersangkutan belum memahami perilaku yang baik kepada yang lebih tua. Dan contoh penilaian psikomotorik, biasanya dilakukan dengan proses pembelajaran Basic Project yaitu siswa membuat suatu karya dan karya itulah yang menjadi penialaian guru.

D.    Analisis Hasil Observasi
Berdasarkan hasil observasi tentang proses Pengelolaan Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran di MTs NH Desa Prapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka yang di lakukan pada hari jum’at, 20 Maret 2015 dengan Narasumber salah satu guru Biologi di MTs tersebut dan salah satu siswa kelas 7, dapat diketahui bahwa evaluasi yang di lakukan di MTs NH bervariasi, terdapat tes berupa tes tulis seperti tes ulangan harian, UTS, dan UAS. Selain itu ada juga evaluasi dalam bentuk unjuk kerja. Metode unjuk kerja ini biasa diterapkan pada kegiatan praktikum. Dari beberapa jenis evaluasi yang di sebutkan tersebut menurut teori adalah evaluasi metode tes.  Dimana evaluasi metode tes meliputi tes lisa, testulis dan tes perbuatan.
 Dari Hasil observasi tersebut maka dapat diketahui bahwa Evaluasi yang efektif digunakan di  Mts NH yaitu Evaluasi dengan metode tes. Metode ini merupakan alat untuk mengukur kemampuan, keahlian atau pengetahuan siswa, sehingga metode ini di anggap paling efektif di gunakan karena dapat menjadi tolak ukur penilaian hasil proses pembelajaran berhasil atau tidaknya siswa dalam menyerap materi yang telah di ajarkan, dalam evaluasi ini siswa dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi suatu evaluasi formatif dan sumatif (tes tulis). Sedangkan menurut siswa jenis evaluasi yang paling menyenangkan dan paling mudah adalah evaluasi yang dilakukan pada proses praktikum, yaitu post-tes dan unjuk kerja. Hal ini di dasarkan karena evaluasi yang dilakukan pada proses praktikum tidak membuat siswa tegang atau ketakutan dalam menjawab dan  menghadapinya.
Dalam proses evaluasi formatif dan sumatif (metode tes), prinsip yang di gunakannya adalah prinsip objektif. Dimana guru menilai sesuai dengan materi yang di ajarkan saja. Nilai ini tidak di pengaruhi dengan penilaian selain apa yang di ajarkan. Dan pada evaluasi sumatif prinsip yang biasa di gunakannya adalah prinsip berkesinambungan, dimana guru dapat mengetahui perkembangan siswa dari awal proses pembelajaran sampai berakhirnya proses pembelajaran, sehingga dapat di ketahui sejauh mana perkembangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Tidak di pungkiri, selain evaluasi dengan metode tes pada proses pembelajaran di MTs NH juga digunakan evaluasi yang berbasis sikap (evaluasi non tes). Dimana guru biasanya diam-diam dalam proses penilaian terhadap siswanya. Baik dalam pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas. Karena dalam evaluasi ini tes yang digunakan bertujuan untuk menilai karakteristik lain dari siswa.
Penilaian non tes yang dilakukan pada MTs NH meliputi:
a.       Ketika siswa bertemu dengan guru bersalaman atau tidak.
b.      Bertegur sapa ketika bertemu di luar pelajaran, dan
c.       Penilaianpun di lihat dari keaktifan siswa tersebut ketika proses pembelajaran.



E.     Simpulan
Setelah melakukan observasi dapat di simpulkan bahwa :
1.      Teori mengenai Evaluasi pembelajaran yaitu Evaluasi merupakan pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan yang terjadi pada anak didik. Jadi, kita sebagai guru harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri siswa. Jenis evaluasi yang sering di gunakan di sekolah yang menjadi objek observasi yaitu jenis evaluasi formatif dan sumatif dengan metode tes dan non tes.
2.      Hasil observasi di MTs Nurul Huda diketahui bahwa Jenis evaluasi yang di gunakan yaitu jenis formatif dan sumatif (tes) prinsip yang biasa digunakan adalah prinsip objektif. Sedangkan pada prinsip evaluasi non tes prinsip yang biasa di gunakan adalah prinsip kontinuitas. Evaluasi dengan metode tes yang digunakan meliputi post-tes dan pre-tes, ulangan harian, UTS, dan UAS. Presentase nilai UAS di dalam raport sebanyak 40%, dan sisanya adalah penugasan dan absen.
3.      Analisis Hasil Observasi di MTs Nurul Huda yaitu Penerapan evaluasi yang dilakukan di MTs Nurul Huda sesuai dengan teori yang ada, yaitu evaluasi jenis formatif dan sumatif. Jenis evaluasi formatif dilakukan dengan ulangan harian dan jenis evaluasi sumatif dilakukan dengan UAS.






DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenal. 2010. Evaluasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran.CV Alfabeta : Bandung.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara : Jakarta.
Nurkancana, Wayan dan Sumartana, P.P.N. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya:   Usaha Nasional.
Saifuddin. 2015. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Sleman: Deepublish.
Sudjana, Nana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sukardi, M. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamzah, Amir. 2013. Konsep Dasar Evaluasi Pembelajaran. http://amir hamzah.blogspot.com diakses pada tanggal 17 Maret 2015 pukul 20:37 WIB.






LAMPIRAN

Proses Wawancara dengan
Narasumber pertama
Salah satu hasil evaluasi

Foto dengan narasumber kedua



TRANSKRIP WAWANCARA
Narasumber ke-1
Narasumber        : AS
Jabatan               : Guru mata Pelajaran IPA
Hari/tanggal       : Jum’at,  20 Maret 2015
Lokasi                : Desa Prapatan
No.
Pertanyaan
Jawaban
1.
Menurut Bapak pengertian evaluasi itu apa ?
Evaluasi itu bentuk penilaian pengukuran kemampuan siswa dan sebagai tolak ukur pemahaman siswa.
2.
Jenis evaluasi apa yang di terapkan di sini ?
Biasanya di sini jenis-jenis evaluasi yang di pakai adalah jenis tes tulis, uraian, sikap, serta unjuk kerja khususnya pada IPA.
3.
Bentuk evaluasi unjuk kerja itu seperti apa ?
Yaitu melihat keaktifan, dan kerja sama siswa ketika praktikum dan dalam penyusunan langkah kerja praktikum.
4.
Kalau misalkan uas itu bapak sendiri yang mengawas dari tiap bidang studi nya ?
ya bukan kalau mengawas itu bukan saya tapi misalkan uasbn malahan guru dari sini pada keluar ngawas kesekolah lain tapi guru disini Cuma jadi pantia disekolah sendiri.kalau bapa sendiri engga ngawas
5.
Kalau uts itu biasa selalu tes tulis?
engga selalu tes tulis kadang unjuk kerja tergantung guru disini berbeda.tpi umumnya tes tulis kalau uts itu
6.
Cara menyeimbangi siswa yang belajar tidak seimbang kan ada yang cepet dan yang lambat ?
ya seimbang bahkan ada yang ngerti fisika, kimia, biologi. Tapi berbeda bahkan ada siswa yang nilai biologi bagus tpi fisikanya jelek
7.
Berapa nilai KKM?
IPA 65
8.
Kalau disini ipa digabung apa kelas satu cenderung ke biologi, kelas dua ke fisika apa gimana?
Engga, jadi iya jadi disini bingung karena digabung ipa terpadu. Disini kurtilas cuma pai yang lain ktsp.tpi penilaian KTSP
9.
kalau buat rpp nya gimana kan ada yg kurtilas dan ktsp ?
ya engga bingung tinggal disesuaikan.sentifik nya
10.
kalau praktikum ada pre test ?
ada. Tpi siswa banyak ngeluh pa kapan pulangnya
11.
kalau pembelajaran biasa penilaiannya gimana?
sikap siswa,kan kadang ada siswa kalau ketemu guru ga salaman
12.
Kalau di sini berapa presentasi keberhasilan pembelajaran ?
Tergantung materin yang di ajarkan, biasanya fisika sama kimia yang presentasinya di bawah 50%. Tapi alhamdulillah biologi mencapai 50% ke atas.
13.
Kalau evaluasi yang paling efektif itu apa pak ?
Evaluasi yang paling efektif itu tes tulis.
14.
Pak, mau bertanya. Karena kepala sekolahnya kebetulan sudah pulang boleh kalau kita bertanya mengenai bagaimana peran kepala sekolah sebagai evaluator ?
Oh iya boleh, kepala sekolah mengevaluasi administrasinya aja, 18 jam jabatan (sebagai kepala sekolah) ngajar 6 jam,  lalu ngajak rapat mengevaluasi hasil pembelajaran, “bagaimana nih apa udah selesai semua pembelajarannya kalau belum apa upayanya”. Begitu biasanya beliau bertanya ketika akan ujian UASBN seperti sekarang.

15.
Oh begitu ya pak. Terimakasih ya pak atas waktunya
Ya sama-sama neng.

Narasumber ke-2
Narasumber        : SZ
Jabatan               : Siswa kelas 7.1         
Hari/tanggal       : Jum’at,  20 Maret 2015
Lokasi                : Desa Prapatan
No.
Pertanyaan
Jawaban
1.
Tadi abis praktikum apa dek ?
Abis praktikum biologi tentang pencemaran lingkungan kak.
2.
Oh, adek suka pelajaran biologi ? kenapa ?
Iya suka. Soalnya ada praktikumya jadi enak.
3.
Kalau di praktikum biologi suka ada tesnya ?
Ada
4.
Tesnya kaya gimana ?
Ada yang di awal tapi kadang juga di akhir.
5.
Yang paling gampang atau enak itu yang di awal apa yang di akhir ?
Yang di akhir, soalnya udah ngerti. Di praktekin sih.
6.
Selain di praktikum ada tes apalagi ?
Ya ada ulangan, UTS sma UAS
7.
Yang paling gampang itu tes yang mana ?
Yang di praktikum kak. Gampang
8.
Oh berarti yang selain praktikum susah ya ?
Eemmmm ya gitu, soalnya ujian tulis.
9.
Antara nilai praktikum sama ulangan lainnya lebih bagus yang praktikum ?
Iya. Soalnya lebih gampang
10.
Ya udah makasih ya waktunya
Iya kak.

BIODATA NARASUMBER
Narasumber pertama :
Asep Sutriadi, lahir di Majalengka, 3 November 1985. Menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 1 Prapatan  lulus tahun 1999 kemudian SMPN 1 Sumberjaya lulus tahun 2002 dan MAN 1 Rajagaluh lulus tahun 2005. Pendidikan S.1 di tempuh di IAIN Syekh Nurjati Cirebon lulus tahun 2009 dengan mengambil Tadris IPA-Biologi. Saat ini menjadi guru honorer di MTs Nurul Huda sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Narasumber ke dua :
Selamet Zaerani, lahir di Cirebon, 27 Maret 2001. Menyelesaikan pendidikan dasar di SD N 1 Dukuh lulus tahun 2014 dan sekarang sedang menempuh pendidikan tingkat menengah pertama di MTs Nurul Huda. Tempat tinggal sekarang yaitu di Desa Dukuh Kecamatan Kapetakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar