LAPORAN OBSERVASI
PENGELOLAAN EVALUASI DALAM
PROSES PEMBELAJARAN DI MTs
NURUL HUDA
Desa Prapatan Kecamatan
Sumberjaya
Kabupaten Majalengka
Dosen
Pengampu : Saifuddin, M.Ag
Oleh
:
Kelompok 10
Clara Syntia (1413163059)
Santi Nurfadhillah S. (1413162041)
Sefi Maulana (1413163110)
Biologi - B / IV
JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2015
BAB X
PENGELOLAAN EVALUASI DALAM
PROSES PEMBELAJARAN
A. Pendahuluan
Evaluasi
merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap
sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh
perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan
mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita
dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah
menjadi lebih baik ke depan.
Tanpa evaluasi, kita
tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula
kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum
evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan
suatu program.
Evaluasi
pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi
data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau
menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan
standar tertentu. (Hamalik, 2008 : 57). Hasil evaluasi diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang
pendidikan dan pengajaran.
Dalam setiap
pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran
yang ia lakukan. Hasil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, bermanfaat, atau
tidak bermanfaat, dan lain-lain. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi
salah satu patokan bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses
pembelajaran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta
didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik,
pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian
pula sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil
yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui
evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil
belajar dan evaluasi pembelajaran. Untuk memahami lebih dalam mengenai evaluasi dalam proses pembelajaran, dalam
laporan ini akan dibahas mengenai teori tentang evaluasi pembelajaran, hasil
observasi evaluasi pembelajaran di MTs Nurul Huda, serta analisis hasil
observasi.
B. Teori Tentang Evaluasi Pembelajaran
1.
Pengertian Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari
bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian. Menurut
Benyamin S. Bloom Evaluasi merupakan “Handbook on formative and summative
evaluation of student learning”, yang artinya Evaluasi adalah pengumpulan
bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan
yang terjadi pada anak didik. Jadi, kita sebagai guru harus yakin bahwa
pendidikan dapat membawa perubahan pada diri siswa. (Sukardi, 2008: 5).
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian atau suatu proses
untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. (Sukardi, 2008: 5).
Dari
pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Evaluasi adalah proses menentukan
nilai suatu objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu, di mana
objeknya adalah hasil belajar siswa dan kriterianya adalah ukuran (sedang,
rendah, tingginya).
2.
Tujuan Evaluasi
a.
Menilai ketercapaian tujuan
b.
Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang
bervariasi
c.
Memotivasi belajar siswa
d.
Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan
kurikulum
e.
Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. (Zaenal. 2010: 9).
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
diketahui bahwa tujuan utama melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan
informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa,
sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi.
3.
Fungsi Evaluasi
a.
Evaluasi berfungsi selektif
Dengan
mengadakan evaluasi guru dapat mengadakan seleksi pada siswanya dengan tujuan
memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu, untuk memilih siswa yang
dapat naik ke kelas, untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa,
atau untuk memilih siswa yang sudah berhak lulus.
b.
Evaluasi berfungsi diagnostik.
Apabila
alat yang digunkan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan
melihat hasilnya, guru akan dapat mengetahui kelemahan siswa, dan sebab-sebab
kelemahan siswa. (Dimyati, 2006: 67)
c.
Evaluasi berfungsi sebagai
penempatan.
Untuk
dapat menetukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan
maka digunkanlah suatu kegiatan evaluasi.
d.
Evaluasi berfungsi sebgai
pengukuran keberhasilan.
Fungsi ini dimaksudkan untuk
mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.Keberahasilan program
ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem kurikulum. (Nana. 1989: 17)
4.
Prinsip Evaluasi
a.
Prinsip Keseluruhan
Yang dimaksud dengan evaluasi
yang berprinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensif adalah evaluasi
tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. Maksud dari pernyataan
ini adalah bahwa dalam pelaksanaannya evaluasi tidak dapat dilaksanakan secara
terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan
atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai
makhluk hidup dan bukan benda mati. (Aunurrahman, 2010: 99)
b.
Prinsip Kesinambungan
Istilah lain dari prinsip ini
adalah kontinuitas. Penilaian yang berkesinambungan ini artinya adalah
penilaian yang dilakukan secara terus menerus, sambung-menyambung dari waktu ke
waktu. Penilaian secara berkesinambungan ini akan memungkinkan si penilai
memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau
perkembangan peserta didik sejak awal mengikuti program pendidikan sampai
dengan saat-saat mereka mengakhiri program-program pendidikan yang mereka
tempuh.
c.
Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mengandung
makna bahwa evaluasi hasil belajar terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya
subjektif. Orang juga sering menyebut prinsip objektif ini dengan sebutan “apa
adanya”. Istilah apa adanya ini mengandung pengertian bahwa materi evaluasi
tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan sesuai atau
sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran. (Nurkancana,
1983 : 49)
5.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran
a.
Langkah Perencanaan
Sukses
atau tidaknya suatu program evaluasi pada hakikatnya turut menentukan oleh baik
tidaknya perencanaan. Makin sempurna kita melakukan langkah pokok perencanaan
ini makin sedikitlah kesulitan-kesulitan yang akan kita jumpai dalam melaksanakan
langkah-langkah berikutnya.
b.
Langkah Pengumpulan Data
Masalah
pertama yang kita hadapi dalam melakukan langkah ini ialah menentukan data apa
saja yang kita butuhkan untuk melakukan tugas evaluasi yang kita butuhkan dan
melakukan tugas evaluasi yang kita hadapi dengan baik.
c.
Langkah Penelitian Data
Data yang
telah terkumpul harus disaring lebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut, proses
penyaringan ini kita sebut penelitian data atau verifikasi data.
d.
Langkah-Langkah Pengolahan Data
Langkah pengolahan
data dilakukan untuk memberikan “makna” terhadap data yang pada kita. Jadi hal
ini berarti bakwa tanpa kita olah, dan diatur lebih dulu data itu sebenarnya
tidak dapat menceritakan suatu apapun kepada kita.
e.
Langkah Penafsiran Data
Dalam
prakteknya langkah pengumpulan dan penadsira data tidak dipisah-pisahkan.
Apabila kita melakukan suatu pengolahan terhadap sekumpulan data, dengan
sendirinya kita akan memperoleh “tafsir” makna data yang kita hadapi.
f.
Langkah Meningkatkan Daya Serap Peserta Didik
Hasil
pemikiran memiliki fungsi utama untuk memperbaiki tingkat penguasaan peserta
didik. Hasil pengukuran secara umum dapat dikatakan bisa membantu, memperjelas
tujuan instruksional, menentukan kebutuhan peserta didik, dan menentukan
keberhasilan peserta didik dalam suatu proses pembelajaran.
g.
Laporan Hasil Penelitian
Pada akhir
waktu proses pembelajaran, diperlukan suatu laporan kemajuan peserta didik,
yang selanjutnya merupakan laporan kemajuan sekolah. Laporan ini akan
memberikan bukti sejauh mana pendidikan yang diharapkan oleh anggota masyarakat
khususnya orang tua peserta didik dapat tercapai. (Amir, 2013).
6.
Metode Evaluasi
a.
Tipe Evaluasi tes
Tes adalah
sebuah alat yang telah direncanakan berfungsi sebagai alat pengukur kemampuan,
kecakapan dan pengetahuan anak. (Saifuddin, 2015: 158).
b.
Tipe Evaluasi Non Tes
Teknik non
tes adalah alat yang dilakukan tanpa melalui tes. Tes ini digunakan untuk
menilai karakteristik lain dari murid, misalnya komitmen dalam ibadah murid.
(Saifuddin, 2015: 159)
7.
Jenis-Jenis Evaluasi
a.
Evaluasi Formatif
Evaluasi
Formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan di tengah satuan waktu pembelajaran
setelah beberapa satuan materi pembelajaran diselesaikan untuk mencari tahu
sejauh mana siswa dapat menguasai tujuan instruksional atau kompetensi dasar
yang telah ditetapkan. (Saifuddin, 2015: 159).
b.
Evaluasi Sumatif
Evaluasi
Sumatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir semester setelah sejumlah
materi pembelajaran diselesaikan untuk menentukan hasil dan kemampuan belajar
siswa, termasuk urutan-urutan kemampuan siswa dalam kelompoknya. (Saifuddin,
2015: 160).
C. Hasil Observasi
Observasi yang dilakukan pada salah
satu Madrasah Tsanawiah swasta yang berada di kec. Sumberjaya Kab. Majalengka,
yaitu MTs NH. Pada awal kedatangan observer ke dalam lingkungan MTs NH sambutan
guru-guru sangat baik, dengan mempersilahkan observer menunggu selain itu
observer di ajak berbincang-bincang sambil menunggu narasumber datang. Keadaan
sekolah ketika observer datang dalam keadaan sibuk, baik guru-gurunya ataupun
siswa sibuk mempersiapkan Ujian kelas sembilan yaitu UAMBN.
Ketika narasumber datang, observer
langsung menemuinya untuk mengikuti kegiatan proses pembelajaran terlebih
dahulu baru kemudian evaluasi yang akan dilakukan. Sebelumnya guru yang
bersangkutan atau narasumber memberikan materi dan bimbingan mengenai praktikum
pencemaran lingkungan. Para siswa terlihat antusias dalam mengikuti
pembelajaran praktikum. Di akui oleh para siswanya, proses pembelajaran inilah
yang paling di sukai.
Pada proses pembelajaran dengan cara
praktikum yang dilakukan, narasumber menggunakan bentuk evaluasi unjuk kerja.
Di mana siswa yang telah melakukan praktikum di wajibkan membuat langkah kerja
sendiri, karena langkah kerja praktikum tidak di tentukkan oleh guru. Hal ini
berdasarkan metode inquiry. Menurut teori yang terdapat pada Zaenal (2010: 21)
Metode inquiry adalah suatu cara menyampaikan pelajaran dengan menelaah sesuatu
yang bersifat mencari secara kritis, analisis, dan argumentatif (ilmiah) dengan
menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan.
Sebagaimana yang di paparkan oleh
narasumber, bahwa dalam proses pembelajaran praktikum biasanya evaluasi yang
dilakukan tidak hanya dalam bentuk unjuk kerja saja akan tetapi juga pre-test
dan post-test. Pre-test adalah jenis evaluasi yang dilakukan sebelum proses
pembelajaran, yang berbentuk beberapa pertanyaan tertulis mengenai materi yang
akan di bahas. Sedangkan post-tes adalah evaluasi tertulis yang di lakukan
setelah pembelajaran selesai di lakukan. Para siswa mengakui bahwa jenis
evaluasi yang lebih di sukai adalah jenis evaluasi post-tes, di mana mereka
lebih mudah untuk menjawab karena materi yang di pertanyakan telah mereka
kuasai.
Evaluasi yang rutin di lakukan di
dalam lingkungan sekolah MTs NH yaitu penilaian sikap, ulangan harian, UTS, dan
UAS . Adapun presentasi UAS di dalam raport adalah 40%, dan di susul oleh nilai
lainnya seperti ulangan harian dan UTS. Namun, di akui oleh narasumber selain
dari aspek kognitif nilai sikap juga sangat menentukan nilai raport para
peserta didiknya. Hal ini di karenakan bahwa proses pembelajaran di katakan
sukses apabila terdapat perubahan sikap dari peserta didik, perubahan sikap ini
di dapat dari ilmu yang dia terima dan dia pahami. Karena, jenis penilaian
yanag di terapkan di MTs NH, lebih tepatnya pada mata pelajaran IPA adalah
penilaian berbasis sikap.
Pada pelaksanaannya, evaluasi tidak
hanya dilakukan dengan tes tulis saja akan tetapi juga dilakukan dengan
penilaian sikap afektif, dan psikomotorik. Penilaian afektif ini contohnya
adalah bagaimana sikap peserta didik bertemu dengan guru apakah bersalaman atau
tidak. Menurut narasumber yang berprofesi sebagai guru, beliau sering
berhadapan dengan siswa yang apabila bertemu, siswa cenderung tidak menghormati
atau acuh terhadapa gurunya. Maka hal ini menjadi penilaian bahwa siswa yang
bersangkutan belum memahami perilaku yang baik kepada yang lebih tua. Dan
contoh penilaian psikomotorik, biasanya dilakukan dengan proses pembelajaran Basic
Project yaitu siswa membuat suatu karya dan karya itulah yang menjadi
penialaian guru.
D. Analisis Hasil Observasi
Berdasarkan hasil observasi tentang
proses Pengelolaan Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran di MTs NH Desa Prapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka yang di lakukan
pada hari jum’at, 20 Maret 2015 dengan Narasumber salah satu guru Biologi di MTs
tersebut dan salah satu siswa kelas 7, dapat diketahui bahwa evaluasi yang di
lakukan di MTs NH bervariasi, terdapat tes berupa tes tulis seperti tes
ulangan harian, UTS, dan UAS. Selain itu ada juga evaluasi dalam bentuk unjuk
kerja. Metode unjuk kerja ini biasa diterapkan pada kegiatan praktikum. Dari
beberapa jenis evaluasi yang di sebutkan tersebut menurut teori adalah evaluasi
metode tes. Dimana evaluasi metode tes
meliputi tes lisa, testulis dan tes perbuatan.
Dari Hasil observasi tersebut maka dapat
diketahui bahwa Evaluasi yang efektif digunakan di Mts NH yaitu Evaluasi dengan metode tes. Metode ini merupakan
alat untuk mengukur kemampuan, keahlian atau pengetahuan siswa, sehingga metode
ini di anggap paling efektif di gunakan karena dapat menjadi tolak ukur
penilaian hasil proses pembelajaran berhasil atau tidaknya siswa dalam menyerap
materi yang telah di ajarkan, dalam evaluasi ini siswa dapat mempersiapkan diri
dalam menghadapi suatu evaluasi formatif dan sumatif (tes tulis). Sedangkan
menurut siswa jenis evaluasi yang paling menyenangkan dan paling mudah adalah
evaluasi yang dilakukan pada proses praktikum, yaitu post-tes dan unjuk kerja.
Hal ini di dasarkan karena evaluasi yang dilakukan pada proses praktikum tidak
membuat siswa tegang atau ketakutan dalam menjawab dan menghadapinya.
Dalam proses evaluasi formatif
dan sumatif (metode tes), prinsip yang di gunakannya adalah prinsip objektif.
Dimana guru menilai sesuai dengan materi yang di ajarkan saja. Nilai ini tidak
di pengaruhi dengan penilaian selain apa yang di ajarkan. Dan pada evaluasi
sumatif prinsip yang biasa di gunakannya adalah prinsip berkesinambungan,
dimana guru dapat mengetahui perkembangan siswa dari awal proses pembelajaran
sampai berakhirnya proses pembelajaran, sehingga dapat di ketahui sejauh mana
perkembangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Tidak di pungkiri, selain
evaluasi dengan metode tes pada proses pembelajaran di MTs NH juga digunakan evaluasi yang berbasis sikap (evaluasi non tes). Dimana
guru biasanya diam-diam dalam proses penilaian terhadap siswanya. Baik dalam
pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas. Karena dalam evaluasi ini tes yang
digunakan bertujuan untuk menilai karakteristik lain dari siswa.
Penilaian non tes yang
dilakukan pada MTs NH meliputi:
a.
Ketika siswa bertemu dengan guru bersalaman atau tidak.
b.
Bertegur sapa ketika bertemu di luar pelajaran, dan
c.
Penilaianpun di lihat dari keaktifan siswa tersebut ketika proses
pembelajaran.
E. Simpulan
Setelah melakukan observasi dapat di simpulkan bahwa
:
1.
Teori mengenai Evaluasi pembelajaran yaitu Evaluasi
merupakan pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan
ada tidaknya perubahan yang terjadi pada anak didik. Jadi, kita sebagai guru
harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri siswa. Jenis
evaluasi yang sering di gunakan di sekolah yang menjadi objek observasi yaitu
jenis evaluasi formatif dan sumatif dengan metode tes dan non tes.
2.
Hasil observasi di MTs Nurul Huda diketahui bahwa
Jenis evaluasi yang di gunakan yaitu jenis formatif dan sumatif (tes) prinsip
yang biasa digunakan adalah prinsip objektif. Sedangkan pada prinsip evaluasi
non tes prinsip yang biasa di gunakan adalah prinsip kontinuitas. Evaluasi
dengan metode tes yang digunakan meliputi post-tes dan pre-tes, ulangan harian,
UTS, dan UAS. Presentase nilai UAS di dalam raport sebanyak 40%, dan sisanya
adalah penugasan dan absen.
3.
Analisis Hasil Observasi di MTs Nurul Huda yaitu Penerapan
evaluasi yang dilakukan di MTs Nurul Huda sesuai dengan teori yang ada, yaitu
evaluasi jenis formatif dan sumatif. Jenis evaluasi formatif dilakukan dengan
ulangan harian dan jenis evaluasi sumatif dilakukan dengan UAS.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zaenal. 2010. Evaluasi
Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Aunurrahman.
2010. Belajar dan Pembelajaran.CV Alfabeta : Bandung.
Dimyati &
Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Hamalik, Oemar.
2008. Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara : Jakarta.
Nurkancana,
Wayan dan Sumartana, P.P.N. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Saifuddin. 2015. Pengelolaan
Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Sleman: Deepublish.
Sudjana, Nana. 1989. Penilaian
Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sukardi, M.
2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamzah, Amir.
2013. Konsep Dasar Evaluasi Pembelajaran. http://amir hamzah.blogspot.com
diakses pada tanggal 17 Maret 2015 pukul 20:37 WIB.
LAMPIRAN
![]()
Proses Wawancara dengan
Narasumber pertama
|
![]()
Salah satu hasil evaluasi
|
![]()
Foto dengan narasumber kedua
|
TRANSKRIP WAWANCARA
Narasumber ke-1
Narasumber : AS
Jabatan :
Guru mata Pelajaran IPA
Hari/tanggal : Jum’at,
20 Maret 2015
Lokasi :
Desa Prapatan
|
No.
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
1.
|
Menurut Bapak pengertian evaluasi itu apa ?
|
Evaluasi itu bentuk penilaian pengukuran kemampuan siswa dan
sebagai tolak ukur pemahaman siswa.
|
|
2.
|
Jenis evaluasi apa yang di terapkan di sini ?
|
Biasanya di sini jenis-jenis evaluasi yang di pakai adalah jenis
tes tulis, uraian, sikap, serta unjuk kerja khususnya pada IPA.
|
|
3.
|
Bentuk evaluasi unjuk kerja itu seperti apa ?
|
Yaitu melihat keaktifan, dan kerja sama siswa ketika praktikum
dan dalam penyusunan langkah kerja praktikum.
|
|
4.
|
Kalau misalkan uas itu bapak sendiri yang mengawas dari tiap
bidang studi nya ?
|
ya bukan kalau mengawas itu bukan saya tapi misalkan uasbn
malahan guru dari sini pada keluar ngawas kesekolah lain tapi guru disini
Cuma jadi pantia disekolah sendiri.kalau bapa sendiri engga ngawas
|
|
5.
|
Kalau uts itu biasa selalu tes tulis?
|
engga selalu tes tulis kadang unjuk kerja tergantung guru disini
berbeda.tpi umumnya tes tulis kalau uts itu
|
|
6.
|
Cara menyeimbangi siswa yang belajar tidak seimbang kan ada yang
cepet dan yang lambat ?
|
ya seimbang bahkan ada yang ngerti fisika, kimia, biologi. Tapi
berbeda bahkan ada siswa yang nilai biologi bagus tpi fisikanya jelek
|
|
7.
|
Berapa
nilai KKM?
|
IPA
65
|
|
8.
|
Kalau
disini ipa digabung apa kelas satu cenderung ke biologi, kelas dua ke fisika apa gimana?
|
Engga,
jadi iya jadi disini bingung karena digabung ipa terpadu. Disini kurtilas
cuma pai yang lain ktsp.tpi penilaian KTSP
|
|
9.
|
kalau
buat rpp nya gimana kan ada yg kurtilas dan ktsp ?
|
ya
engga bingung tinggal disesuaikan.sentifik nya
|
|
10.
|
kalau
praktikum ada pre test ?
|
ada.
Tpi siswa banyak ngeluh pa kapan pulangnya
|
|
11.
|
kalau
pembelajaran biasa penilaiannya gimana?
|
sikap
siswa,kan kadang ada siswa kalau ketemu guru ga salaman
|
|
12.
|
Kalau
di sini berapa presentasi keberhasilan pembelajaran ?
|
Tergantung
materin yang di ajarkan, biasanya fisika sama kimia yang presentasinya di
bawah 50%. Tapi alhamdulillah biologi mencapai 50% ke atas.
|
|
13.
|
Kalau
evaluasi yang paling efektif itu apa pak ?
|
Evaluasi
yang paling efektif itu tes tulis.
|
|
14.
|
Pak,
mau bertanya. Karena kepala sekolahnya kebetulan sudah pulang boleh kalau
kita bertanya mengenai bagaimana peran kepala sekolah sebagai evaluator ?
|
Oh iya boleh, kepala sekolah mengevaluasi
administrasinya aja, 18 jam jabatan (sebagai kepala sekolah) ngajar 6
jam, lalu ngajak rapat mengevaluasi
hasil pembelajaran, “bagaimana nih apa udah selesai semua pembelajarannya
kalau belum apa upayanya”. Begitu biasanya beliau bertanya ketika akan ujian
UASBN seperti sekarang.
|
|
15.
|
Oh
begitu ya pak. Terimakasih ya pak atas waktunya
|
Ya sama-sama neng.
|
Narasumber ke-2
Narasumber : SZ
Jabatan : Siswa kelas 7.1
Hari/tanggal : Jum’at,
20 Maret 2015
Lokasi :
Desa Prapatan
|
No.
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
1.
|
Tadi abis praktikum apa dek ?
|
Abis praktikum biologi tentang pencemaran lingkungan kak.
|
|
2.
|
Oh, adek suka pelajaran biologi ? kenapa ?
|
Iya suka. Soalnya ada praktikumya jadi enak.
|
|
3.
|
Kalau di praktikum biologi suka ada tesnya ?
|
Ada
|
|
4.
|
Tesnya kaya gimana ?
|
Ada yang di awal tapi kadang juga di akhir.
|
|
5.
|
Yang paling gampang atau enak itu yang di awal apa yang di akhir
?
|
Yang di akhir, soalnya udah ngerti. Di praktekin sih.
|
|
6.
|
Selain di praktikum ada tes apalagi ?
|
Ya ada ulangan, UTS sma UAS
|
|
7.
|
Yang paling gampang itu tes yang mana ?
|
Yang di praktikum kak. Gampang
|
|
8.
|
Oh berarti yang selain praktikum susah ya ?
|
Eemmmm ya gitu, soalnya ujian tulis.
|
|
9.
|
Antara nilai praktikum sama ulangan lainnya lebih bagus yang
praktikum ?
|
Iya. Soalnya lebih gampang
|
|
10.
|
Ya udah makasih ya waktunya
|
Iya kak.
|
BIODATA
NARASUMBER
Narasumber
pertama :
Asep
Sutriadi, lahir di Majalengka, 3 November 1985. Menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 1
Prapatan lulus tahun 1999 kemudian SMPN
1 Sumberjaya lulus tahun 2002 dan MAN 1 Rajagaluh
lulus tahun 2005. Pendidikan S.1 di tempuh di IAIN Syekh
Nurjati Cirebon lulus tahun 2009 dengan mengambil
Tadris IPA-Biologi. Saat ini menjadi guru honorer di MTs
Nurul Huda sejak tahun 2007 hingga sekarang.
Narasumber
ke dua :
Selamet
Zaerani, lahir di Cirebon, 27 Maret 2001. Menyelesaikan pendidikan dasar di SD N 1 Dukuh lulus
tahun 2014 dan sekarang sedang menempuh pendidikan tingkat menengah
pertama di MTs
Nurul Huda. Tempat tinggal sekarang yaitu di Desa
Dukuh Kecamatan Kapetakan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar