Selasa, 01 November 2016

bahan ajar nutrisi mikroba

BAHAN AJAR MIKROBIOLOGI

NUTRISI MIKROBA


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Mikrobiologi
Dosen Pengampu : Evi Roviati, S.Si, M.Pd.


Description: Logo IAIN Syekh Nurjati







Disusun Oleh : Kelompok 1
Aan Istiqomah (1413163064)
Nurzillahani (1413162037)
Santi Nurfadhillah.S (1413162041)
Vivy Novitasary  (1413162044)

Kelas : BIOLOGI-B/ V



FAKULTAS ILMU TARBIYAH  DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI KOTA CIREBON
TAHUN 2015

BAB III
NUTRISI MIKROORGANISME
TIK :
 
Text Box: TIK :TIU : Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat mempelajari nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh mikroorganisme.
1.    Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan fungsi nutrisi bagi mikroorganisme.
2.    Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan macam nutrisi dan sumber nutrisi
3.    Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan pengelompokkan mikroorganisme berdasarkan nutrisinya.

A.       KEBUTUHAN ENERGI DAN KEMAMPUAN MENGHASILKAN SENYAWA ORGANIK
Nutrisi adalah substansi anorganik dan organik yang dalam larutan melintasi membran sitoplasma. Agar dapat mendapatkan nutrien dari makanan, sel harus mampu mencerna makanan itu, yaitu mengubah molekul-molekul protein, karbohidrat dan lipida yang komplek dan besar menjadi molekul yang sederhana dan kecil yang segera melarut sehingga dapat memasuki sel. Peran utama nutrisi adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen.
Menurut Waluyo (2005), peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen. “Selain itu, secara umum nutrient dalam media pembenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik oranisme baru (Jawetz, 2001).
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop (Iskandar, 2001).
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Kondisi tidak bersih dan higienis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini. Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higienis adalah untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya terkendali.
Untuk pertumbuhannya, menurut Djide (2007) menyatakan bahwa mikroorganisme membutuhkan senyawa-senyawa nutritif yang digunakan untuk sintesa komponen sel dan untuk menghasilkan energi. Untuk menghasilkan komponen sel tersebut dan energi dalam bentuk ATP maka dibutuhkan sumber seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan beberapa jenis mineral. Di dalam tubuh mikroorganisme terjadi proses metabolisme yaitu suatu proses perubahan senyawa yang satu menjadi senyawa lain. Proses metabolisme mencakup semua reaksi kimia dan biologi yang terjadi di dalam sel mikroorganisme. Metabolisme mikroorganisme dikenal dua proses, yaitu: 
1.      Proses katabolisme di mana terjadi pembentukan energi. 
2.      Proses anabolisme di mana dibutuhkan energi. 
Oleh karena itu, di dalam sel mikroorganisme terjadi dua proses utama, yaitu: 
1.      Produksi energi dari berbagai substrat yang tersedia. 
2.      Pembentukan intermediet yang dibutuhkan untuk produksi biokimia dan komponen sel lainnya. 
Nutrien dibutuhkan oleh mikroba sebagai sumber energi. Energi tersebut diperoleh dari nutrien melalui proses katabolisme. Katabolisme dapat terjadi melalui dua cara, yakni secara aerob dan anaerob. Katabolisme nutrien secara aerob memerlukan oksigen bebas dalam mengoksidasi nutrien untuk memperoleh energi. Sementara, katabolisme anaerob tidak memerlukan oksigen bebas. Energi dipergunakan oleh mikroba layaknya makhluk hidup lain yaitu tumbuh, berkembang, bergerak, bereproduksi, dan lain-lain (Fitria, 2009). Nutrien utama yang menjadi sumber energi utama bagi mikroba adalah karbohidrat. Tiap mikroorganisme memecah karbohidrat menjadi bentuk yang berbeda-beda secara anaerob ataupun aerob. Beberapa contoh hasil pemecahan karbohidrat oleh mikroorganisme antara lain (Djide dkk., 2007 dalam akses Iskandar, 2001) : 1.  Secara Anaerob     2.  Secara Aerob 
Di samping untuk menghasilkan energi, pemecahan karbohidrat juga bertujuan untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder (Djide dkk.2007). Medium pertumbuhan (disingkat medium) adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba. Mikroba memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi dan untuk bahan pembangun sel, untuk sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel lain. Setiap mikroba mempunyai sifat fisiologi tertentu, sehingga memerlukan nutrisi tertentu pula (Rao, 1994 dalam akses Iskandar, 2001). 
Susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun senyawa yang terkandung di dalam sel. Dari hasil analisis kimia diketahui bahwa penyusun utama sel adalah unsur kimia C, H, O, N, dan P, yang jumlahnya +95% dari berat kering sel, sedangkan sisanya tersusun dari unsur-unsur lain. Apabila dilihat susunan senyawanya, maka air merupakan bagian terbesar dari sel, sebanyak 80-90%, dan bagian lain sebanyak 10-20 % terdiri dari protoplasma, dinding sel, lipida untuk cadangan makanan, polisakarida, polifosfat, dan senyawa lain (Lunggani, 2007 dalam akses Iskandar, 2001). 
Seperti halnya makhluk hidup lainnya, mikroba memerlukan energi untuk kelangsungan hidupnya. Energi diperlukan oleh mikroba untuk berbagai kegiatan, yaitu (Rao, 1994) : 
1.      Mempertahankan kehidupan sel. 
2.      Pertumbuhan dan perkembangbiakan sel. 
3.      Pergerakan pada mikroba yang bersifat motil (dapat bergerak). 
Kebutuhan bahan makanan untuk mikroorganisme diberikan melalui berbagai formulasi media tumbuh. Mikroorganismee memerlukan pemenuhan kebutuhan yang sama dalam hal senyawa organik yang kompleks yang dapat disediakan berasal dari senyawa alami atau dari senyawa buatan. Penyusunan/formulasi media ditujukan agar mikroorganisme dapat melangsungkan pertumbuhan dan fungsi alaminya. Menurut Tafsir (2010 : 139-142)Berbagai unsur makan yang diperlukan mikroorganisme diantaranya adalah :
1.      Karbon
Karbon adalah unsur yang paling penting bagi semua struktur dan fungsi sel. Dalam kehidupan sel-sel mikroorganisme dikenal dua jenis ke tergantungan terhadap kebutuhan zat karbon, yaitu
a.       Autotrof, mikroorganisme jenis  ini dapat dipelihara dalam medium yang terdiri dari hanya karbon anorganik dan mikroorganisme ini secara khas memanfaatkan karbon anorganik dalam bentuk karbon dioksida.
b.      Heterotrof, golongan mikroorganisme ini tidak dapat dibiakkan dalam medium yang hanya mangandung esnyawa anorganik sehingga ditambah dengan hara organik seperti glukosa.


2.      Nitrogen
Mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonium, nitrat, asam amino, protein, dan sebagainya. Jenis senyawa nitrogen yang digunakan tergantung pada jenis jasadnya. Beberapa mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2 (zat lemas) udara. Mikroba ini disebut mikrobia penambat nitrogen. 
3.      Unsur-unsur non-logam
Ion-ion nonlogam utama yang digunkan untuk hara sel mikroorganisme adalah belerang. Unsur ini adalah bagian internal dari beberapa asam amino dan dengan demikian merupakan bagian struktural dan fungsional dari protein. Belerang diperoleh dari senyawa-senyawa organik, seperti dari asam amino yang mengandung belerang, dari senyawa anorganik seperti sulfat dan dari unsur belerang. Fosfor,unsur ini diperlukan untuk pembentukan makromolekul esensial seperti asam nukleat, DNA, dan RNA dan juga diperlukan untuk sintesis senyawa organik yang mengandung energi tinggi seperti ATP (adenosine triphosphate). Fosfor diperoleh dalam bentuk garam fosfat dan digunakan oleh seluruh sel mikroorganisme.
4.      Unsur-unsur logam
Unsur-unsur logam, diantaranya Ca++, Zn++, Na+, K+, Cu++, Mn++, Mg++, dan Fe. Fe++ unsur-unsur itu adalah yang diperlukan untuk kelangsungan aktivitas sel yang efesien. Aktivitas sel tersebut, di antaranya adalah pengaturan penyerapan hara, pengaturan aktivitas enzim, dan transportasi elektron selama biooksidasi. Ion-ion ini termasuk unsur hara mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit saja. Unsur-unsur ini berasal dari garam-garam.
5.      Vitamin
Vitamin adalah zat organik yang berperan dalam pertumbuhan sel dan diperlukan dalam jumlah kecil. Vitamin juga merupakan sumber untuk dijadikan koenzim yang diperlukan untuk pembentukan dan mengaktifkan sistem enzim. Sel-sel bervariasi akan kebutuhan vitaminnya untuk mencapai aktivitas metabolisme yang normal. Beberapa jenis mikroorganisme memiliki jalur sintesis vitamin yang besar, sedangkan beberapa jenis yang lainnya hanya dapat menyintesis vitamin yang terbatas diperoleh dari medium tumbuhnya.
6.      Air
Semua sel memerlukan air yang diambil dari medium tumbuhnya sehingga unsur nutrisi yang mempunyai bobot molekul rendah itu dapat melintasi menerobos membran sel. Air berfungsi juga sebagai bahan pelarut zat terlarut berupa ion-ion hara melintasi dan mencapai jaringan dan organ. Air berperan juga menjadi penjaga dan penstabilitas temperatur sehingga fungsi seluruh organ serta metabolisme akan berlangsung normal apabila temperatur  dalam keadaan normal sesuai dengan yang diperlukan oleh masing-masing jenis atau spesies. Air sebagai sarana ekskresi pembuangan zat yang tidak diperlukan.
7.      Energi
Energi diperlukan untuk melangsungkan metabolisme, seperti mobilisasi, biosintesis, perombakan molekul. Aktivitas metabolisme itu terjadi dalam sel yang hidup jika ada pasokan energi yang berlanjut ke dalam sel. Ada dua jenis bioenergi mikroorganisme yang berkembang-biak, yaitu :
a.       Fototrof, hanya menggunakan energi matahari sebagai sumber energinya.
b.      Kemotrof, mikroorganisme ini bergantung pada oksidasi senyawa organik untuk mendapatkan energinya, seperti dari glukosa atau dari senyawa anorganik seperti H2S atau NaNO2.

B.        KEBUTUHAN OKSIGEN MIKROBA
Kebutuhan oksigen untuk oksidasi biologis yang terjadi dalam sel mikroorganisme dapat menggunakan senyawa–senyawa lain yang tergantung kepada jenis mikro-organismenya. Oksigen yang terdapat dalam senyawa–senyawa penyusun protoplasma, tidak berasal dari O2 udara, akan tetapi berasal dari senyawa–senyawa organik yang mengandung atom-atom oksigen dari air. Unsur oksigen tersedia dalam bentuk air.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam banyak senyawa organik. Fungsi utama oksigen adalah sebagai akselator elektron terminal pada respirasi aerob, pada peristiwa ini oksigen direduksi menjadi air. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi kedalam substansi sel. Sedangkan sebagai sumber karbon menggunakan metana atau hirokarbon aroma. (Jawetz, 2001)
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme dapat dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu:
1.      Mikroorganisme Aerob
Mikroorganisme yang aerob ini membutuhkan adanya oksigen untuk metabolismenya. Pada mekanisme respirasi, mikroorganisme dapat menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron atau akseptor hydrogen. Mikroorganisme yang termasuk dalam golongan ini hanya dapat hidup apabila ada oksigen untuk melangsungkan oksidasi biologis. Hal ini merupakan keuntungan luar biasa bagi organisme itu karena banyaknya energi yang tersedia dari oksidasi sempurna molekul glukosa lebih besar daripada energi yang diperoleh dari fermentasi glukosa hal ini terjadi halnya jalan bertahap setiap pasangan electron dari NADH ke oksigen melalui serangkaian pengangkut sitokrom menghasilkan pembentukan tiga molekul ATP ini dengan energi yang didapatkan dari oksidasi piruvat menjadi asetat memberikan hasil total 3 molekul ATP yang dibangkitkan dari metabolisme setiap molekul glukosa menjadi CO2 dan H2O. Apabila hal ini dibandingkan dengan hanya dua molekul ATP yang didapat pada fermentasi satu molekul glukosa menjadi etanol atau asam laktat, jelaslah bahwa metabolisme aerob lebih efisien dari pada fermentasi.
2.      Mikroorganisme Anaerob
Mikroorganisme yang termasuk dalam golongan anaerob tidak dapat menggunakan O2 bebas sebagai akseptor hydrogen, bahkan adanya oksigen dapat menghambat pertumbuhannya karena oksigen dapat bersifat sebagai racun. Jasad-jasad hidup ini dapat hidup dengan melakukan fermentasi atau respirasi anaerob, dimana ion-ion anorganik seperti NO3 dan SO4 yang berperan sebagai akseptor hydrogen atau akseptor elektron. Mikroorganisme yang anaerob ini dapat diracuni oleh adanya oksigen, karena jasad ini tidak mempunyai enzim katalase dan super-super dismutase yang diperlukan untuk menguraikan senyaewa hydrogen peroksida yang bersifat racun dan ion-ion superioksida (O2), O2 dan O2 merupakan bentuk racun bagi mikroorganisme tertentu.
3.      Mikroorganisme Fakultatif Anaerob
Mikroorganisme yang yang termasuk dalam golongan fakultatif anaerob, dapat menyesuaikan hidupnya pada lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Apabila oksigen terdapat dalam lingkungan hidupnya, maka jasad ini dapat tumbuh dengan memanfaatkan oksigen tersebut sebagai akseptor elektron akhir. Akan tetapi kalau tidak ada oksigen, jasad ini dapat melangsungkan fermentasi atau respirasi anaerob. Jenis bakteri anaerob fakultatif lain (Enterobacteriaceae) dan banyak ragi dapat beralih dari peroleh energi dengan respirasi (dengan adanya O2) ke peragian (tanpa O2).
4.      Mikroorganisme yang Mikroaerofil
Mikroorganisme mikroaefil adalah mikroorganisme yang tumbuh jika ada oksigen bebas dalam jumlah sedikit (> 0,2 atmosfer). Contoh organisme mikroaefil adalah Spirilum minus. Setiap mikroorganisme mikroaerofil berbeda suhunya antara satu sama lain. Berdasarkan suhu pertumbuhannya, dapat dibedakan menjadi mikroorganisme atau bakteri psikrofil, mesofil, termofil, dan hipertermofil.


5.      Mikroorganisme Indiferen
Mikroorganisme Indiferen adalah oraganisme yang tidak membutuhkan oksigen bebas ataupun terhambat olehnya, kecuali dalam keadaan tertentu (Jawetz, 2001).
Description: C:\Users\RV408\Documents\IAIN\semester 5 (lima)\Mikrobiologi\clip_image014_thumb2.jpg



Gambar: Kebutuhan Oksigen Mikroba
Sumber : (wikipedia.org/wiki/
Kebutuhan_Oksigen_Mikroba)



C.    MEDIA PERTUMBUHAN MIKROBA
Media pertumbuhan mikroorganisme merupakan suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan atau nutrisi yag diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media yang berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya. (Hapsari, 2011).
Agar mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam media, diperlukan persyaratan tertentu, yaitu:
1.        Di dalam media harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
2.        Mesia harus mempunyaitekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba.
3.        Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami mikroba yang dimaksud tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan.(Suriawiria, 2005: 74).
Media dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:
1.        Berdasarkan Bentuk
Ditentukan oleh ada tidaknya penambahan zat pemadat seperti agar-agar, gelatin dan sebagainya, dikenal tiga bentuk media:



a.         Media Padat


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEUIyJOndtXvBMy0GFeEcJrTcD1WeLizfBZbHR_sLcD6TU-WzobVZT_wCi8ZZbGWsZunYiD4G6dMMJeV_rFFLszD-wzupJZEMiAPSF6oBrRQGcrQG_wNRjZegVsOhWz3d0XFOqhgpVH2l8/s1600/media-biakan.jpg








Gambar: Media Padat
Sumber : (wikipedia.org/wiki/media_padat)




Kalau ke dalam media ditambahkan antara 10-15 gram tepung agar-agar per 1.000 ml media. Jumlah tepung agar-agar yang ditambahkan tergantung kepada jenis atau kelompok mikroba yang dipelihara. Media padat umunya dipergunakan untuk bakteri, ragi, jamur, dan kadang-kadang juga mikroalga.
b.         Media cair
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlaPSZ0oLYgHx2DLnGji1JY7kTSnL2ZUMw-O_KRvnLQrD-b-OzpvYmBaW5I6tvRGYDnZo9qn2jdXgk06As6w3iZRSKsPKCwtntwK57u_SHT43Va8p8rgjEpR7w-pyi2T31wcZvPTXScwZE/s320/spm_a0889.jpg
Gambar: Media Padat
Sumber : (wikipedia.org/wiki/media_cair)
Kalau ke dalam media tidak ditambahkan zat pemadat, umumnya dipergunakan untuk pembiakkan mikroalga tetapi juga mikroba lain terutama bakteri dan ragi.
c.         Media semi padat atau semi cair
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAPq22KqBgGwmqdbi41UWECl-Er7L7UGV3Xw9q0_qu5Mz66TQlHaQK3xa4k9QYZt9ptDbFzkBUlDUob2V0FBssYmoGPgPGValvKIM-b7Xr0RXMQeqTDJT8G17omFEbv-2_ZS10REynuX5H/s1600/pr0343.jpg
Gambar: Media Padat
Sumber : (wikipedia.org/wiki/media_semi padat)
Kalau penambahan zat pemadat hanya 50 % atau kurang dari yang seharusnya. Umumnya diperlukan untuk pertumbuhan mikroba yang benyak memerlukan kandungan air dan hidup anaerobik atau fakultatif. (Suriawiria, 2005: 75).
2.      Berdasarkan susunan
Susunan media mempunyai kesamaan isi, yaitu:
a.       Kandungan air
b.      Kandungan nitrogen, baik berasal dari protein, asam amino dan senyawa lain yang mengandung nitrogen
c.       Kandungan sumber energi / unsur C, baik yang berasal dari karbohidrat, lemak, protein dan senyawa-senyawa lain
d.      Ion-ion baik sebagai unsur makro ataupun unsur mikro
e.       Faktor pertumbuhan, umumnya vitamin dan asam amino.
Berdasarkan persyaratan tersebut, media dapat berbentuk:
a.       Media alami yaitu media yang disusun oleh bahan-bahan alami seperti kentang, tepung, daging, telur, ikan, umbi-unbian dan sebagainya. Contoh media alami yang paling banyak dipergunakan adalah telur untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan virus.
b.      Media sintetik yaitu media yang disusun oleh senyawa kimia seperti media untuk pertumbuhan dan perkembangan bakteri Clostrodium tersusun oleh:
K2HPO4
0,5 gr
KH2PO4
0,5 gr
MgSO4, 7H2O
0,1 gr
NaCl
0,1 gr
FeSO4, 7H2O
0,01 gr
MnSO4, 7H2O
0,01 gr
CaCO3
0,01 gr
c.       Media semi sintetik yaitu media yang tersusun oleh bahan-bahan alami dan bahan-bahan sintetis, misal:
Menurut Suriawiria, (2005: 76-77) kaldu nutrisi untuk pertumbuhan bakteria:
Pepton
10,0 gr
Ekstrak daging
10,0 gr
NaCl
5,0 gr
Akuades
1,000 ml
3.        Berdasarkan sifat, media dibedakan menjadi:
a.       Media umum, media yang dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan satu atau lebih kelompok mikroba, seperti Agar Kaldu Nutrisi untuk bakteria, Agar Kentang Dekstrosa untuk jamur dan sebagainya.
b.      Media pengaya, media yang dipergunakan dengan maksud “memberikan kesempatan” terhadap suatu jenis / kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dan jenis/kelompok lainnya yang sama-sama berada dalam satu bahan. Misalnya untuk memisahkan bakteri penyebab penyakit tifus (Salmonella typhi) dari bahan tinja (kotoran manusia).
c.       Media selektif, media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau lebih jenis mikroba `tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan untuk jenis-jenis lainnya. Misalnya media SS (Salmonella-Shigella) agar untuk bakteri Salmonella dan Shigella.
d.      Media diferensiasi, yaitu media yang dipergunakan untuk penumbuhan mikroba tertentu serta penentuan sifat-sifatnya. Seperti media agar.
e.       Media penguji, yaitu media yang dipergunakan untuk pengujian senyawa atau benda tertentu dengan bantuan mikroba.
f.       Media enumerasi, yaitu media yang dipergunakan untuk menghitung jumlah mikroba pada suatu bahan. (Suriawiria, 2005: 77-79).
Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :
1)      Description: ImageNutrien Agar(NA)








Sumber : (wikipedia.org/wiki/Nutrient_agar)
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar.

2)      Description: ImagePotato Dextrose Agar (PDA)


Gambar :
Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)
(Sumber : forestryimages.org)



PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.
3)      Plate Count Agar (PCA)
Description: Image
 





Gambar : Listeria monocytogenes  pada PCA (Sumber: mikrobiyoloji.org)


PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme, yaitu :




4)      Description: ImageLactose Broth








Gambar : Kaldu hasil laktosa
(Sumber: marietta.edu)
Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.
5)      Nutrient Broth (NB)
Description: Image
 



Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB)
Sumber: mulyadiveterinary.wordpress.com


Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar.
6)      EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut.
Description: Image
Description: Image
 








Gambar : Salmonella enteritidis  tumbuh di EMB Agar 
(Sumber : microbiologyatlas.kvl.dk)
7)      MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)

MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.


Description: D:\mgsa.jpg









LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) MIKROBIOLOGI
NUTRISI MIKROORGANISME

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jelas!
1.      Apa yang dimaksud dengan nutrisi mikroorganisme?
2.      Jelaskan kebutuhan energi dan kemampuan menghasilkan senyawa organik?
3.      Unsur apa saja yang diperlukan oleh mikroorganisme? Sebutkan dan jelaskan!
4.      Jelaskan tentang kebutuhan oksigen mikroba?
5.      Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme dapat dikelompokkan dalam 5 golongan. Jelaskan masing-masing golongan tersebut!
6.      Mengapa nutrisi yang diperlukan mikroorganisme harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana?
7.      Apa sajakah yang medium yang sering digunakan untuk pertumbuhan mikroba?




















KUIS KELOMPOK
SIAPA CEPAT TEBAK KATA
1.      Media yang memiliki keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa yaitu....
Jawab: EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
2.      Sebutkan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan mikroba!
Jawab: unsur logam dan unsur no logam
3.      Media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau jenis lebih jenis mikroba tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan untuk jenis-jenis lainnya disebut .....
Jawab: Media Selektif
4.      Berdasarkan bentuknya media terdiri dari……..
Jawab: Media padat, media cair, dan media semi padat atau semi cair
5.      Substansi anorganik dan organik yang dalam larutan melintasi membran sitoplasma disebut…..
Jawab: Nutrisi
6.      Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme dikelompokkan menjadi berapa golongan? Sebutkan!
Jawab: Mikroorganisme aerob, anaerob, fakultatif anaerob, mikroaerofil dan indiferen
7.      Apa fungsi nitrogen untuk mikroba?
Jawab: untuk sintesis protein.