BAHAN
AJAR MIKROBIOLOGI
NUTRISI
MIKROBA
Diajukan untuk
Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Mikrobiologi
Dosen Pengampu
: Evi Roviati, S.Si, M.Pd.

Disusun Oleh : Kelompok 1
Aan Istiqomah (1413163064)
Nurzillahani (1413162037)
Santi Nurfadhillah.S (1413162041)
Vivy Novitasary (1413162044)
Kelas
: BIOLOGI-B/ V
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI KOTA CIREBON
TAHUN 2015
BAB
III
NUTRISI
MIKROORGANISME

|
1.
Setelah
mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan fungsi nutrisi bagi
mikroorganisme.
2.
Setelah
mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan macam nutrisi dan sumber
nutrisi
3.
Setelah
mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menjelaskan pengelompokkan
mikroorganisme berdasarkan nutrisinya.
A.
KEBUTUHAN ENERGI DAN KEMAMPUAN MENGHASILKAN
SENYAWA ORGANIK
Nutrisi adalah substansi anorganik dan
organik yang dalam larutan melintasi membran sitoplasma. Agar dapat mendapatkan
nutrien dari makanan, sel harus mampu mencerna makanan itu, yaitu mengubah
molekul-molekul protein, karbohidrat dan lipida yang komplek dan besar menjadi
molekul yang sederhana dan kecil yang segera melarut sehingga dapat memasuki
sel. Peran
utama nutrisi adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai
aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi).
Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi,
sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan
nitrogen.
Menurut Waluyo (2005), peran utama nutrien adalah sebagai sumber
energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi
bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan
yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor
elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen. “Selain itu, secara
umum nutrient dalam media pembenihan harus mengandung seluruh elemen yang
penting untuk sintesis biologik oranisme baru (Jawetz, 2001).
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang
sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat
menggunakan mata telanjang. Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1
mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5
mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu
berupa mikroskop (Iskandar, 2001).
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai
nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar
tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi
dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber
nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba hingga pada akhirnya dapat
menyebabkan kematian. Kondisi tidak bersih dan higienis pada lingkungan adalah
kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga
mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini. Oleh karena itu,
prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higienis adalah untuk
mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya
terkendali.
Untuk pertumbuhannya, menurut Djide (2007) menyatakan bahwa mikroorganisme
membutuhkan senyawa-senyawa nutritif yang digunakan untuk sintesa komponen sel
dan untuk menghasilkan energi. Untuk menghasilkan komponen sel tersebut dan
energi dalam bentuk ATP maka dibutuhkan sumber seperti karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, dan beberapa jenis mineral. Di dalam tubuh mikroorganisme
terjadi proses metabolisme yaitu suatu proses perubahan senyawa yang satu
menjadi senyawa lain. Proses metabolisme mencakup semua reaksi kimia dan
biologi yang terjadi di dalam sel mikroorganisme. Metabolisme mikroorganisme
dikenal dua proses, yaitu:
1.
Proses
katabolisme di mana terjadi pembentukan energi.
2.
Proses
anabolisme di mana dibutuhkan energi.
Oleh karena itu, di dalam sel mikroorganisme terjadi dua proses
utama, yaitu:
1.
Produksi
energi dari berbagai substrat yang tersedia.
2.
Pembentukan
intermediet yang dibutuhkan untuk produksi biokimia dan komponen sel
lainnya.
Nutrien dibutuhkan oleh mikroba sebagai sumber energi. Energi
tersebut diperoleh dari nutrien melalui proses katabolisme. Katabolisme dapat
terjadi melalui dua cara, yakni secara aerob dan anaerob. Katabolisme nutrien
secara aerob memerlukan oksigen bebas dalam mengoksidasi nutrien untuk
memperoleh energi. Sementara, katabolisme anaerob tidak memerlukan oksigen
bebas. Energi dipergunakan oleh mikroba layaknya makhluk hidup lain yaitu
tumbuh, berkembang, bergerak, bereproduksi, dan lain-lain (Fitria, 2009). Nutrien
utama yang menjadi sumber energi utama bagi mikroba adalah karbohidrat. Tiap
mikroorganisme memecah karbohidrat menjadi bentuk yang berbeda-beda secara
anaerob ataupun aerob. Beberapa contoh hasil pemecahan karbohidrat oleh
mikroorganisme antara lain (Djide dkk., 2007 dalam akses Iskandar, 2001) : 1. Secara Anaerob 2. Secara
Aerob
Di samping untuk menghasilkan energi, pemecahan karbohidrat juga
bertujuan untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder (Djide dkk.2007). Medium
pertumbuhan (disingkat medium) adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba. Mikroba
memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi dan untuk bahan pembangun
sel, untuk sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel lain. Setiap mikroba
mempunyai sifat fisiologi tertentu, sehingga memerlukan nutrisi tertentu pula
(Rao, 1994 dalam akses Iskandar, 2001).
Susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun
senyawa yang terkandung di dalam sel. Dari hasil analisis kimia diketahui bahwa
penyusun utama sel adalah unsur kimia C, H, O, N, dan P, yang jumlahnya +95%
dari berat kering sel, sedangkan sisanya tersusun dari unsur-unsur lain.
Apabila dilihat susunan senyawanya, maka air merupakan bagian terbesar dari
sel, sebanyak 80-90%, dan bagian lain sebanyak 10-20 % terdiri dari protoplasma,
dinding sel, lipida untuk cadangan makanan, polisakarida, polifosfat, dan
senyawa lain (Lunggani, 2007 dalam akses Iskandar, 2001).
Seperti halnya makhluk hidup lainnya, mikroba memerlukan energi
untuk kelangsungan hidupnya. Energi diperlukan oleh mikroba untuk berbagai
kegiatan, yaitu (Rao, 1994) :
1.
Mempertahankan
kehidupan sel.
2.
Pertumbuhan
dan perkembangbiakan sel.
3.
Pergerakan
pada mikroba yang bersifat motil (dapat bergerak).
Kebutuhan bahan makanan untuk mikroorganisme diberikan melalui
berbagai formulasi media tumbuh. Mikroorganismee memerlukan pemenuhan kebutuhan
yang sama dalam hal senyawa organik yang kompleks yang dapat disediakan berasal
dari senyawa alami atau dari senyawa buatan. Penyusunan/formulasi media
ditujukan agar mikroorganisme dapat melangsungkan pertumbuhan dan fungsi
alaminya. Menurut Tafsir (2010 : 139-142)Berbagai unsur makan yang diperlukan
mikroorganisme diantaranya adalah :
1.
Karbon
Karbon adalah unsur yang paling penting bagi semua struktur dan
fungsi sel. Dalam kehidupan sel-sel mikroorganisme dikenal dua jenis ke
tergantungan terhadap kebutuhan zat karbon, yaitu
a.
Autotrof,
mikroorganisme jenis ini dapat
dipelihara dalam medium yang terdiri dari hanya karbon anorganik dan
mikroorganisme ini secara khas memanfaatkan karbon anorganik dalam bentuk
karbon dioksida.
b.
Heterotrof,
golongan mikroorganisme ini tidak dapat dibiakkan dalam medium yang hanya
mangandung esnyawa anorganik sehingga ditambah dengan hara organik seperti
glukosa.
2.
Nitrogen
Mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonium, nitrat,
asam amino, protein, dan sebagainya. Jenis senyawa nitrogen yang digunakan
tergantung pada jenis jasadnya. Beberapa mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam
bentuk gas N2 (zat lemas) udara. Mikroba ini disebut mikrobia penambat
nitrogen.
3.
Unsur-unsur
non-logam
Ion-ion nonlogam utama yang digunkan untuk hara sel mikroorganisme
adalah belerang. Unsur ini adalah bagian internal dari beberapa asam amino dan
dengan demikian merupakan bagian struktural dan fungsional dari protein.
Belerang diperoleh dari senyawa-senyawa organik, seperti dari asam amino yang
mengandung belerang, dari senyawa anorganik seperti sulfat dan dari unsur
belerang. Fosfor,unsur ini diperlukan untuk pembentukan makromolekul esensial
seperti asam nukleat, DNA, dan RNA dan juga diperlukan untuk sintesis senyawa
organik yang mengandung energi tinggi seperti ATP (adenosine triphosphate).
Fosfor diperoleh dalam bentuk garam fosfat dan digunakan oleh seluruh sel
mikroorganisme.
4.
Unsur-unsur
logam
Unsur-unsur logam, diantaranya Ca++, Zn++, Na+,
K+, Cu++, Mn++, Mg++, dan Fe. Fe++
unsur-unsur itu adalah yang diperlukan untuk kelangsungan aktivitas sel yang
efesien. Aktivitas sel tersebut, di antaranya adalah pengaturan penyerapan
hara, pengaturan aktivitas enzim, dan transportasi elektron selama biooksidasi.
Ion-ion ini termasuk unsur hara mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit
saja. Unsur-unsur ini berasal dari garam-garam.
5.
Vitamin
Vitamin adalah zat organik yang berperan dalam pertumbuhan sel dan
diperlukan dalam jumlah kecil. Vitamin juga merupakan sumber untuk dijadikan
koenzim yang diperlukan untuk pembentukan dan mengaktifkan sistem enzim.
Sel-sel bervariasi akan kebutuhan vitaminnya untuk mencapai aktivitas
metabolisme yang normal. Beberapa jenis mikroorganisme memiliki jalur sintesis
vitamin yang besar, sedangkan beberapa jenis yang lainnya hanya dapat
menyintesis vitamin yang terbatas diperoleh dari medium tumbuhnya.
6.
Air
Semua sel memerlukan air yang diambil dari medium tumbuhnya
sehingga unsur nutrisi yang mempunyai bobot molekul rendah itu dapat melintasi
menerobos membran sel. Air berfungsi juga sebagai bahan pelarut zat terlarut
berupa ion-ion hara melintasi dan mencapai jaringan dan organ. Air berperan
juga menjadi penjaga dan penstabilitas temperatur sehingga fungsi seluruh organ
serta metabolisme akan berlangsung normal apabila temperatur dalam keadaan normal sesuai dengan yang
diperlukan oleh masing-masing jenis atau spesies. Air sebagai sarana ekskresi
pembuangan zat yang tidak diperlukan.
7.
Energi
Energi diperlukan untuk melangsungkan metabolisme, seperti mobilisasi,
biosintesis, perombakan molekul. Aktivitas metabolisme itu terjadi dalam sel
yang hidup jika ada pasokan energi yang berlanjut ke dalam sel. Ada dua jenis
bioenergi mikroorganisme yang berkembang-biak, yaitu :
a.
Fototrof,
hanya menggunakan energi matahari sebagai sumber energinya.
b.
Kemotrof,
mikroorganisme ini bergantung pada oksidasi senyawa organik untuk mendapatkan
energinya, seperti dari glukosa atau dari senyawa anorganik seperti H2S
atau NaNO2.
B.
KEBUTUHAN OKSIGEN MIKROBA
Kebutuhan
oksigen untuk oksidasi biologis yang terjadi dalam sel mikroorganisme dapat
menggunakan senyawa–senyawa lain yang tergantung kepada jenis mikro-organismenya.
Oksigen yang terdapat dalam senyawa–senyawa penyusun protoplasma, tidak berasal
dari O2 udara, akan tetapi berasal dari senyawa–senyawa organik yang mengandung
atom-atom oksigen dari air. Unsur oksigen tersedia dalam bentuk air.Selanjutnya
oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam banyak senyawa organik. Fungsi utama
oksigen adalah sebagai akselator elektron terminal pada respirasi aerob, pada
peristiwa ini oksigen direduksi menjadi air. Oksigen yang berasal dari molekul
oksigen hanya akan diinkorporasi kedalam substansi sel. Sedangkan sebagai
sumber karbon menggunakan metana atau hirokarbon aroma. (Jawetz, 2001)
Berdasarkan
kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme dapat dikelompokkan dalam 4 golongan,
yaitu:
1. Mikroorganisme
Aerob
Mikroorganisme yang aerob ini
membutuhkan adanya oksigen untuk metabolismenya. Pada mekanisme respirasi,
mikroorganisme dapat menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron atau
akseptor hydrogen. Mikroorganisme yang termasuk dalam golongan ini hanya dapat
hidup apabila ada oksigen untuk melangsungkan oksidasi biologis. Hal ini
merupakan keuntungan luar biasa bagi organisme itu karena banyaknya energi yang
tersedia dari oksidasi sempurna molekul glukosa lebih besar daripada energi
yang diperoleh dari fermentasi glukosa hal ini terjadi halnya jalan bertahap
setiap pasangan electron dari NADH ke oksigen melalui serangkaian pengangkut
sitokrom menghasilkan pembentukan tiga molekul ATP ini dengan energi yang
didapatkan dari oksidasi piruvat menjadi asetat memberikan hasil total 3
molekul ATP yang dibangkitkan dari metabolisme setiap molekul glukosa menjadi
CO2 dan H2O. Apabila hal ini dibandingkan dengan hanya dua molekul ATP yang
didapat pada fermentasi satu molekul glukosa menjadi etanol atau asam laktat,
jelaslah bahwa metabolisme aerob lebih efisien dari pada fermentasi.
2. Mikroorganisme
Anaerob
Mikroorganisme
yang termasuk dalam golongan anaerob tidak dapat menggunakan O2 bebas sebagai
akseptor hydrogen, bahkan adanya oksigen dapat menghambat pertumbuhannya karena
oksigen dapat bersifat sebagai racun. Jasad-jasad hidup ini dapat hidup dengan
melakukan fermentasi atau respirasi anaerob, dimana ion-ion anorganik seperti
NO3 dan SO4 yang berperan sebagai akseptor hydrogen atau akseptor elektron.
Mikroorganisme yang anaerob ini dapat diracuni oleh adanya oksigen, karena
jasad ini tidak mempunyai enzim katalase dan super-super dismutase yang
diperlukan untuk menguraikan senyaewa hydrogen peroksida yang bersifat racun
dan ion-ion superioksida (O2), O2 dan O2 merupakan bentuk racun bagi
mikroorganisme tertentu.
3. Mikroorganisme
Fakultatif Anaerob
Mikroorganisme yang yang termasuk dalam
golongan fakultatif anaerob, dapat menyesuaikan hidupnya pada lingkungan yang
tidak mengandung oksigen. Apabila oksigen terdapat dalam lingkungan hidupnya,
maka jasad ini dapat tumbuh dengan memanfaatkan oksigen tersebut sebagai
akseptor elektron akhir. Akan tetapi kalau tidak ada oksigen, jasad ini dapat
melangsungkan fermentasi atau respirasi anaerob. Jenis bakteri anaerob
fakultatif lain (Enterobacteriaceae) dan banyak ragi dapat beralih
dari peroleh energi dengan respirasi (dengan adanya O2) ke peragian
(tanpa O2).
4. Mikroorganisme
yang Mikroaerofil
Mikroorganisme mikroaefil adalah
mikroorganisme yang tumbuh jika ada oksigen bebas dalam jumlah sedikit (>
0,2 atmosfer). Contoh organisme mikroaefil adalah Spirilum minus. Setiap
mikroorganisme mikroaerofil berbeda suhunya antara satu sama lain. Berdasarkan
suhu pertumbuhannya, dapat dibedakan menjadi mikroorganisme atau bakteri
psikrofil, mesofil, termofil, dan hipertermofil.
5.
Mikroorganisme Indiferen
Mikroorganisme
Indiferen adalah oraganisme yang tidak membutuhkan oksigen bebas ataupun
terhambat olehnya, kecuali dalam keadaan tertentu (Jawetz, 2001).

Gambar:
Kebutuhan Oksigen Mikroba
Sumber
: (wikipedia.org/wiki/
Kebutuhan_Oksigen_Mikroba)
C. MEDIA PERTUMBUHAN MIKROBA
Media
pertumbuhan mikroorganisme merupakan suatu bahan yang terdiri dari campuran
zat-zat makanan atau nutrisi yag diperlukan mikroorganisme untuk
pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media yang berupa
molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media
pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga
memanipulasi komposisi media pertumbuhannya. (Hapsari, 2011).
Agar
mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam media,
diperlukan persyaratan tertentu, yaitu:
1.
Di dalam
media harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan.
2.
Mesia
harus mempunyaitekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan
kebutuhan mikroba.
3.
Media
harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami mikroba yang dimaksud
tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan.(Suriawiria, 2005: 74).
Media dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:
1.
Berdasarkan
Bentuk
Ditentukan oleh ada tidaknya penambahan zat pemadat seperti
agar-agar, gelatin dan sebagainya, dikenal tiga bentuk media:
a.
Media
Padat
Kalau ke dalam media ditambahkan antara 10-15 gram tepung agar-agar
per 1.000 ml media. Jumlah tepung agar-agar yang ditambahkan tergantung kepada
jenis atau kelompok mikroba yang dipelihara. Media padat umunya dipergunakan
untuk bakteri, ragi, jamur, dan kadang-kadang juga mikroalga.
b.
Media
cair
Gambar:
Media Padat
Sumber
: (wikipedia.org/wiki/media_cair)
Kalau ke dalam media tidak ditambahkan zat pemadat, umumnya
dipergunakan untuk pembiakkan mikroalga tetapi juga mikroba lain terutama
bakteri dan ragi.
c.
Media
semi padat atau semi cair
Gambar:
Media Padat
Sumber
: (wikipedia.org/wiki/media_semi padat)
Kalau penambahan zat pemadat hanya 50 % atau kurang dari yang
seharusnya. Umumnya diperlukan untuk pertumbuhan mikroba yang benyak memerlukan
kandungan air dan hidup anaerobik atau fakultatif. (Suriawiria, 2005: 75).
2.
Berdasarkan
susunan
Susunan media mempunyai kesamaan isi, yaitu:
a.
Kandungan
air
b.
Kandungan
nitrogen, baik berasal dari protein, asam amino dan senyawa lain yang
mengandung nitrogen
c.
Kandungan
sumber energi / unsur C, baik yang berasal dari karbohidrat, lemak, protein dan
senyawa-senyawa lain
d.
Ion-ion
baik sebagai unsur makro ataupun unsur mikro
e.
Faktor
pertumbuhan, umumnya vitamin dan asam amino.
Berdasarkan persyaratan tersebut, media dapat berbentuk:
a.
Media
alami yaitu media yang disusun oleh bahan-bahan alami seperti kentang, tepung,
daging, telur, ikan, umbi-unbian dan sebagainya. Contoh media alami yang paling
banyak dipergunakan adalah telur untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan virus.
b.
Media
sintetik yaitu media yang disusun oleh senyawa kimia seperti media untuk
pertumbuhan dan perkembangan bakteri Clostrodium tersusun oleh:
|
K2HPO4
|
0,5 gr
|
|
KH2PO4
|
0,5 gr
|
|
MgSO4,
7H2O
|
0,1 gr
|
|
NaCl
|
0,1 gr
|
|
FeSO4,
7H2O
|
0,01 gr
|
|
MnSO4,
7H2O
|
0,01 gr
|
|
CaCO3
|
0,01 gr
|
c.
Media
semi sintetik yaitu media yang tersusun oleh bahan-bahan alami dan bahan-bahan
sintetis, misal:
Menurut Suriawiria, (2005: 76-77) kaldu nutrisi untuk pertumbuhan
bakteria:
|
Pepton
|
10,0 gr
|
|
Ekstrak
daging
|
10,0 gr
|
|
NaCl
|
5,0 gr
|
|
Akuades
|
1,000 ml
|
3.
Berdasarkan
sifat, media dibedakan menjadi:
a.
Media
umum, media yang dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan satu
atau lebih kelompok mikroba, seperti Agar Kaldu Nutrisi untuk bakteria, Agar
Kentang Dekstrosa untuk jamur dan sebagainya.
b. Media pengaya, media yang dipergunakan dengan maksud “memberikan
kesempatan” terhadap suatu jenis / kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembang
lebih cepat dan jenis/kelompok lainnya yang sama-sama berada dalam satu bahan.
Misalnya untuk memisahkan bakteri penyebab penyakit tifus (Salmonella typhi)
dari bahan tinja (kotoran manusia).
c.
Media
selektif, media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau lebih jenis mikroba
`tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan untuk jenis-jenis lainnya.
Misalnya media SS (Salmonella-Shigella) agar untuk bakteri Salmonella dan
Shigella.
d.
Media
diferensiasi, yaitu media yang dipergunakan untuk penumbuhan mikroba tertentu
serta penentuan sifat-sifatnya. Seperti media agar.
e.
Media
penguji, yaitu media yang dipergunakan untuk pengujian senyawa atau benda
tertentu dengan bantuan mikroba.
f.
Media
enumerasi, yaitu media yang dipergunakan untuk menghitung jumlah mikroba pada
suatu bahan. (Suriawiria, 2005: 77-79).
Medium
untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. Berikut adalah berbagai
medium yang sering digunakan :
Sumber
: (wikipedia.org/wiki/Nutrient_agar)
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air
dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari
mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof.
Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan
agar.
Gambar :
Fusarium
roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)
(Sumber
: forestryimages.org)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau
mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast
dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber
karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2%
glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik
untuk pertumbuhan bakteri.
3) Plate Count Agar (PCA)
![]() |
Gambar : Listeria
monocytogenes pada PCA (Sumber: mikrobiyoloji.org)
PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba
aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua
bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga
membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada
suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis
mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate
yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta
ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Selain medium di atas masih
terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur
mikroorganisme, yaitu :
Gambar
: Kaldu hasil laktosa
(Sumber:
marietta.edu)
Lactose broth digunakan sebagai media untuk
mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai
kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari
fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef
menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan
sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.
Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.
Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5%
laktosa.
5) Nutrient Broth (NB)
![]() |
Gambar
: media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth
(NB)
Sumber:
mulyadiveterinary.wordpress.com
Nutrient broth merupakan media untuk
mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar.
6) EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai
keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan
laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba
yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap
dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak
berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan
tersebut.
![]() |
|||
![]() |
Gambar : Salmonella
enteritidis tumbuh di EMB Agar
(Sumber : microbiologyatlas.kvl.dk)
7) MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)
MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh
De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan
mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung
polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak
sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya
MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis
Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) MIKROBIOLOGI
NUTRISI MIKROORGANISME
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jelas!
1. Apa yang dimaksud dengan nutrisi
mikroorganisme?
2. Jelaskan kebutuhan energi dan kemampuan
menghasilkan senyawa organik?
3. Unsur apa saja yang diperlukan oleh mikroorganisme?
Sebutkan dan jelaskan!
4. Jelaskan tentang kebutuhan oksigen mikroba?
5. Berdasarkan kebutuhan
akan oksigen, mikroorganisme dapat dikelompokkan dalam 5 golongan. Jelaskan masing-masing golongan
tersebut!
6. Mengapa nutrisi yang diperlukan mikroorganisme
harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana?
7. Apa sajakah yang medium yang sering digunakan
untuk pertumbuhan mikroba?
KUIS
KELOMPOK
SIAPA
CEPAT TEBAK KATA
1.
Media yang memiliki keistimewaan mengandung laktosa dan
berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa yaitu....
Jawab:
EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
2.
Sebutkan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan mikroba!
Jawab:
unsur logam dan unsur no logam
3.
Media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau jenis
lebih jenis mikroba tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan untuk
jenis-jenis lainnya disebut .....
Jawab:
Media Selektif
4.
Berdasarkan bentuknya media terdiri dari……..
Jawab:
Media padat, media cair, dan media semi padat atau semi cair
5.
Substansi anorganik dan organik yang dalam larutan
melintasi membran sitoplasma disebut…..
Jawab:
Nutrisi
6.
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme
dikelompokkan menjadi berapa golongan? Sebutkan!
Jawab:
Mikroorganisme aerob, anaerob, fakultatif anaerob, mikroaerofil dan indiferen
7.
Apa fungsi nitrogen untuk mikroba?
Jawab: untuk
sintesis protein.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar