Jumat, 28 Oktober 2016

Makalah Basidiomicota

MAKALAH
BASIDIOMYCOTA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah “Botani Cryptogamae
Semester III 2014/2015
Dosen Pengampu : Novianti Muspiroh, M.P



Description: D:\Images\LOGO\download.jpg


Disusun oleh :

Kelompok 2

1.    Fajrian Hamzah
2.    Januar Ningsih
3.    Santi Nurfadhilah S.
4.    Yeni Martini



FAKULTAS TARBIYAH/SEMESTER 3/BIOLOGI-B
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan tentunya mengandung manfaat bagi para mahasiswa IAIN Cirebon khususnya mahasiswa jurusan Tadris IPA Biologi.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepangkuan Rosulullah SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amiin.
Adapun makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Botani Cryptogamae”. Dan makalah ini berisikan tentang “Basidiomycota”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu sebagai pengajar mata kuliah Botani Cryptogamae, kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya mendukung untuk kesempurnaan di kesempatan yang akan datang sangat kami harapkan.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.



Cirebon, 24 September 2014

Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................            ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................            iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................            1
A. Latar Belakang ........................................................................................            1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................            1
C. Tujuan Penulisan .....................................................................................            2

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................            3
A.  Pengertian Basidiomycota ……………………………………………...           3
B.  Ciri-ciri Basidiomycota …………………………………………………           3
C.  Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota ………………………….           3
D.  Habitat Basidiomycota ………………………………………………….           4
E.  Reproduksi Basidiomycota ……………………………………………..           4
F.   Klasifikasi Basidiomycota ………………………………………………           6
G. Peranan Basidiomycota …………………………………………………          7

BAB III PENUTUP .................................................................................................            8
A.  Kesimpulan  ..............................................................................................            8
B.  Saran ..........................................................................................................          8

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................            9









BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Terdapat sekitar  30000 spesies basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi.  Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada Reproduksinya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada  kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis–jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai Basidiomycota. Materi yang akan dijelaskan dalam materi Basidiomycota antara lain pengertian Basidiomycota, ciri-ciri Basidiomycota, struktur dan bentuk tubuh Basidiomycota, habitat Basidiomycota, Reproduksi Basidiomycota, klasifikasi Basidiomycota dan peranan Basidiomycota.

B.            Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari materi Basidiomycota adalah sebagai berikut:
1.             Apa pengertian dari Basidiomycota?                                                      
2.             Apa saja ciri-ciri dari Basidiomycota?
3.             Bagaimana struktur dan bentuk tubuh dari Basidiomycota?
4.             Bagaimana habitat dari Basidiomycota?
5.             Bagaimana cara reproduksi dari Basidiomycota?
6.             Apa saja yang termasuk dalam klasifikasi Basidiomycota?
7.             Bagaimana peranan dari Basidiomycota?

C.           Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari materi Basidiomycota adalah sebagai berikut:
1.             Mengetahui pengertian dari Basidiomycota.                                          
2.             Mengetahui ciri-ciri dari Basidiomycota.
3.             Mengetahui struktur dan bentuk tubuh dari Basidiomycota.
4.             Mengetahui habitat dari Basidiomycota.
5.             Mengetahui cara reproduksi dari Basidiomycota.
6.             Mengetahui yang termasuk dalam klasifikasi Basidiomycota.
7.             Mengetahui peranan dari Basidiomycota.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Basidiomycota
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota, mempunya 22,300 spesies.
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014)

B.            Ciri-ciri Basidiomycota
1.             Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis.
2.             Hyfanya bersekat.
3.             Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
4.             Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme.
5.             Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
6.             Miselia dikariotik berumur panjang.
7.             Memiliki tahapan diploid sementara.
8.             Habitat jamur yang saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

C.           Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota
Struktur morfologisnya yaitu sebagai berikut :
1.             Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah.
2.             Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
3.             Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
4.             Cincin atau Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
5.             Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai.  (Widayati, 2011)

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54)

D.           Habitat Basidiomycota
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

E.            Reproduksi Basidiomycota
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut:



Description: repro-basidiomycota.jpg













Penjelasan :
·                Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
·                Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
·                Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
·                Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
·                Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
·                Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
·                Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
·                Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
·                Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid. (Rudini, 2010)

F.            Klasifikasi Basidiomycota
Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :
1.             Urediniomycetes.
2.             Hymenomycetes.
3.             Ustilaginomycetes.

Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu :
1.             Hymenomycetes
Merupakan kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori atau insang. Contoh:  Agaricales, dan Aphyllophorales.

2.             Gasteromycetes
Menghasilkan spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya pecah. jamur ini menghasilkan basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.

3.             Heterobasidiomcetae
Menghasilkan spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.

Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
1.             Puccinia graminis.
2.             Jamur Merang (Volcariella volvacea).
3.             Ustilago maydis.
4.             Jamur Kuping.
5.             Amanita muscaria. (Febricha, 2012)

G.           Peranan Basidiomycota
1.             Peranan Basidiomycota Yang Menguntungkan
a.             Sebagai bahan makanan, antara lain:
1)             Jamur kuping (Auricularia polytricha).
2)             Jamur merang (Volvariella volvacea).
3)             Shitake (Lentinulla edodes).
4)             Jamur tiram (Pleurotus).
5)             Jamur klentos (Lycoperdon pretense).
b.             Sebagai obat atau makanan suplemen, antara lain:
1)      Jamur kayu (Ganoderma apllanatum)

2.             Peranan Basidiomycota Yang Merugikan
a.             Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari tanaman famili Graminae misalnya jagung dan gandum.
b.             Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
c.             Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika dimakan.
d.            Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh buah yang sulit di bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
e.             Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu memiliki spora bulat berwarna merah tua seperti api.
f.              Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-sel daun yang di serangnya dan di atas daun terdapat kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan seperti karat. (









BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan materi Basidiomycota, antara lain;
1.             Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.
2.             Ciri-ciri Basidiomycota antara lain umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis, hyfanya bersekat dan memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran–lembaran yang berliku–liku atau bulat.
3.             Struktur morfologi Basidiomycota meliputi tudung, bilah, tangkai tubuh buah, cincin dan volva.
4.             Jamur Basidiomycota umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.
5.             Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual.
6.             Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu Hymenomycetes, Gasteromycetes, Heterobasidiomcetae.
7.             Peranan Basidiomycota yang menguntungkan antara lain sebagai bahan makanan yaitu salah satunya Jamur kuping (Auricularia polytricha) dan sebagai obat yaitu Jamur kayu (Ganoderma apllanatum).
8.             Peranan Basidiomycota yang merugikan salah satunya yaitu Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.

B.            Saran
Demikianlah makalah yang kami berisikan tentang Basidiomycota. Makalah ini pun tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Adapun kiranya terdapat kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah ini. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.




DAFTAR PUSTAKA

Anonimmous. 2014. Basidiomycota. http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Febricha. 2012. Basidiomycota. http://febricha-hardanita.blogspot.com/2012/01/ basidiomycota.html Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Rudini. 2010. Basidiomycota. http://coretanroodeetea.wordpress.com/2010/03/03/ basidiomycota/ Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Supomo, dkk. 2007. Biologi. Sukoharjo: Setiaji


http://fungibasidiomycota.blogspot.com/ 2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIBMAKALAH
BASIDIOMYCOTA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah “Botani Cryptogamae
Semester III 2014/2015
Dosen Pengampu : Novianti Muspiroh, M.P



Description: D:\Images\LOGO\download.jpg


Disusun oleh :

Kelompok 2

1.    Fajrian Hamzah
2.    Januar Ningsih
3.    Santi Nurfadhilah S.
4.    Yeni Martini



FAKULTAS TARBIYAH/SEMESTER 3/BIOLOGI-B
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan tentunya mengandung manfaat bagi para mahasiswa IAIN Cirebon khususnya mahasiswa jurusan Tadris IPA Biologi.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepangkuan Rosulullah SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amiin.
Adapun makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Botani Cryptogamae”. Dan makalah ini berisikan tentang “Basidiomycota”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu sebagai pengajar mata kuliah Botani Cryptogamae, kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya mendukung untuk kesempurnaan di kesempatan yang akan datang sangat kami harapkan.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.



Cirebon, 24 September 2014

Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................            ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................            iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................            1
A. Latar Belakang ........................................................................................            1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................            1
C. Tujuan Penulisan .....................................................................................            2

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................            3
A.  Pengertian Basidiomycota ……………………………………………...           3
B.  Ciri-ciri Basidiomycota …………………………………………………           3
C.  Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota ………………………….           3
D.  Habitat Basidiomycota ………………………………………………….           4
E.  Reproduksi Basidiomycota ……………………………………………..           4
F.   Klasifikasi Basidiomycota ………………………………………………           6
G. Peranan Basidiomycota …………………………………………………          7

BAB III PENUTUP .................................................................................................            8
A.  Kesimpulan  ..............................................................................................            8
B.  Saran ..........................................................................................................          8

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................            9









BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Terdapat sekitar  30000 spesies basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi.  Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada Reproduksinya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada  kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis–jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai Basidiomycota. Materi yang akan dijelaskan dalam materi Basidiomycota antara lain pengertian Basidiomycota, ciri-ciri Basidiomycota, struktur dan bentuk tubuh Basidiomycota, habitat Basidiomycota, Reproduksi Basidiomycota, klasifikasi Basidiomycota dan peranan Basidiomycota.

B.            Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari materi Basidiomycota adalah sebagai berikut:
1.             Apa pengertian dari Basidiomycota?                                                      
2.             Apa saja ciri-ciri dari Basidiomycota?
3.             Bagaimana struktur dan bentuk tubuh dari Basidiomycota?
4.             Bagaimana habitat dari Basidiomycota?
5.             Bagaimana cara reproduksi dari Basidiomycota?
6.             Apa saja yang termasuk dalam klasifikasi Basidiomycota?
7.             Bagaimana peranan dari Basidiomycota?

C.           Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari materi Basidiomycota adalah sebagai berikut:
1.             Mengetahui pengertian dari Basidiomycota.                                          
2.             Mengetahui ciri-ciri dari Basidiomycota.
3.             Mengetahui struktur dan bentuk tubuh dari Basidiomycota.
4.             Mengetahui habitat dari Basidiomycota.
5.             Mengetahui cara reproduksi dari Basidiomycota.
6.             Mengetahui yang termasuk dalam klasifikasi Basidiomycota.
7.             Mengetahui peranan dari Basidiomycota.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Basidiomycota
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota, mempunya 22,300 spesies.
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014)

B.            Ciri-ciri Basidiomycota
1.             Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis.
2.             Hyfanya bersekat.
3.             Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
4.             Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme.
5.             Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
6.             Miselia dikariotik berumur panjang.
7.             Memiliki tahapan diploid sementara.
8.             Habitat jamur yang saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

C.           Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota
Struktur morfologisnya yaitu sebagai berikut :
1.             Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah.
2.             Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
3.             Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
4.             Cincin atau Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
5.             Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai.  (Widayati, 2011)

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54)

D.           Habitat Basidiomycota
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

E.            Reproduksi Basidiomycota
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut:



Description: repro-basidiomycota.jpg













Penjelasan :
·                Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
·                Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
·                Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
·                Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
·                Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
·                Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
·                Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
·                Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
·                Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid. (Rudini, 2010)

F.            Klasifikasi Basidiomycota
Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :
1.             Urediniomycetes.
2.             Hymenomycetes.
3.             Ustilaginomycetes.

Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu :
1.             Hymenomycetes
Merupakan kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori atau insang. Contoh:  Agaricales, dan Aphyllophorales.

2.             Gasteromycetes
Menghasilkan spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya pecah. jamur ini menghasilkan basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.

3.             Heterobasidiomcetae
Menghasilkan spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.

Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
1.             Puccinia graminis.
2.             Jamur Merang (Volcariella volvacea).
3.             Ustilago maydis.
4.             Jamur Kuping.
5.             Amanita muscaria. (Febricha, 2012)

G.           Peranan Basidiomycota
1.             Peranan Basidiomycota Yang Menguntungkan
a.             Sebagai bahan makanan, antara lain:
1)             Jamur kuping (Auricularia polytricha).
2)             Jamur merang (Volvariella volvacea).
3)             Shitake (Lentinulla edodes).
4)             Jamur tiram (Pleurotus).
5)             Jamur klentos (Lycoperdon pretense).
b.             Sebagai obat atau makanan suplemen, antara lain:
1)      Jamur kayu (Ganoderma apllanatum)

2.             Peranan Basidiomycota Yang Merugikan
a.             Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari tanaman famili Graminae misalnya jagung dan gandum.
b.             Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
c.             Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika dimakan.
d.            Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh buah yang sulit di bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
e.             Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu memiliki spora bulat berwarna merah tua seperti api.
f.              Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-sel daun yang di serangnya dan di atas daun terdapat kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan seperti karat. (









BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan materi Basidiomycota, antara lain;
1.             Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.
2.             Ciri-ciri Basidiomycota antara lain umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis, hyfanya bersekat dan memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran–lembaran yang berliku–liku atau bulat.
3.             Struktur morfologi Basidiomycota meliputi tudung, bilah, tangkai tubuh buah, cincin dan volva.
4.             Jamur Basidiomycota umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.
5.             Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual.
6.             Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu Hymenomycetes, Gasteromycetes, Heterobasidiomcetae.
7.             Peranan Basidiomycota yang menguntungkan antara lain sebagai bahan makanan yaitu salah satunya Jamur kuping (Auricularia polytricha) dan sebagai obat yaitu Jamur kayu (Ganoderma apllanatum).
8.             Peranan Basidiomycota yang merugikan salah satunya yaitu Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.

B.            Saran
Demikianlah makalah yang kami berisikan tentang Basidiomycota. Makalah ini pun tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Adapun kiranya terdapat kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah ini. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.




DAFTAR PUSTAKA

Anonimmous. 2014. Basidiomycota. http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Febricha. 2012. Basidiomycota. http://febricha-hardanita.blogspot.com/2012/01/ basidiomycota.html Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Rudini. 2010. Basidiomycota. http://coretanroodeetea.wordpress.com/2010/03/03/ basidiomycota/ Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Supomo, dkk. 2007. Biologi. Sukoharjo: Setiaji

http://fungibasidiomycota.blogspot.com/ 2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar