MAKALAH
BASIDIOMYCOTA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Kelompok Mata Kuliah “Botani Cryptogamae”
Semester III 2014/2015
Dosen Pengampu : Novianti Muspiroh,
M.P

Disusun oleh :
Kelompok 2
1.
Fajrian Hamzah
2. Januar
Ningsih
3. Santi
Nurfadhilah S.
4. Yeni
Martini
FAKULTAS TARBIYAH/SEMESTER
3/BIOLOGI-B
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK
INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Allah SWT,
atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya dan tentunya mengandung manfaat bagi para
mahasiswa IAIN Cirebon khususnya mahasiswa jurusan Tadris IPA Biologi.
Sholawat
serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepangkuan Rosulullah SAW,
keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amiin.
Adapun
makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Botani Cryptogamae”. Dan makalah ini
berisikan tentang “Basidiomycota”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu sebagai pengajar mata kuliah Botani
Cryptogamae, kami menyadari
bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan
saran yang sifatnya mendukung untuk kesempurnaan di kesempatan yang akan datang
sangat kami harapkan.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.
Cirebon, 24 September
2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A.
Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulisan ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A. Pengertian
Basidiomycota ……………………………………………... 3
B. Ciri-ciri
Basidiomycota ………………………………………………… 3
C. Struktur dan
Bentuk Tubuh Basidiomycota …………………………. 3
D. Habitat Basidiomycota
…………………………………………………. 4
E. Reproduksi
Basidiomycota …………………………………………….. 4
F.
Klasifikasi
Basidiomycota ……………………………………………… 6
G. Peranan
Basidiomycota ………………………………………………… 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 8
A. Kesimpulan .............................................................................................. 8
B. Saran .......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Terdapat sekitar 30000 spesies
basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur
atau Fungi. Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio
basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk
diploid yang terjadi pada Reproduksinya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai
dekomposer pada kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini
sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis–jenis yang karpusnya
(tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Kelompok tersebut
(yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan.
Basidiomycota terdiri dari anggota
mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang
basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman.
Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah
(basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag
seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi
secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara
menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa
yang berbeda jenis.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai Basidiomycota. Materi yang akan dijelaskan dalam
materi Basidiomycota antara lain pengertian Basidiomycota, ciri-ciri
Basidiomycota, struktur dan bentuk tubuh Basidiomycota, habitat Basidiomycota, Reproduksi
Basidiomycota, klasifikasi Basidiomycota dan peranan Basidiomycota.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dari materi Basidiomycota
adalah sebagai berikut:
1.
Apa pengertian dari Basidiomycota?
2.
Apa saja ciri-ciri dari Basidiomycota?
3.
Bagaimana struktur dan bentuk
tubuh dari
Basidiomycota?
4.
Bagaimana habitat dari Basidiomycota?
5.
Bagaimana cara reproduksi
dari Basidiomycota?
6.
Apa saja yang termasuk dalam klasifikasi
Basidiomycota?
7.
Bagaimana peranan dari Basidiomycota?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari materi Basidiomycota adalah sebagai
berikut:
1.
Mengetahui pengertian dari Basidiomycota.
2.
Mengetahui ciri-ciri dari Basidiomycota.
3.
Mengetahui struktur dan bentuk
tubuh dari
Basidiomycota.
4.
Mengetahui habitat dari Basidiomycota.
5.
Mengetahui cara reproduksi
dari Basidiomycota.
6.
Mengetahui yang termasuk dalam klasifikasi
Basidiomycota.
7.
Mengetahui peranan dari Basidiomycota.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Basidiomycota
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang
termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota,
mempunya 22,300 spesies.
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan
dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di
terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014)
B.
Ciri-ciri
Basidiomycota
1.
Umumnya anggota basidiomycota
berukuran makroskopis.
2.
Hyfanya bersekat.
3.
Memiliki tubuh buah (basidiokarp)
berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
4.
Hidupnya saprofit, parasit, dan
mutualisme.
5.
Perkembangbiakan secara aseksual
(vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi
miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
6.
Miselia dikariotik berumur panjang.
7.
Memiliki tahapan diploid sementara.
8.
Habitat jamur yang saprofit pada
sisa-sisa makhluk
hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati.
Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti
tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan
membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)
C.
Struktur
dan Bentuk Tubuh Basidiomycota
Struktur morfologisnya yaitu
sebagai berikut :
1.
Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang
oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda,
pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus
tersebut akan pecah.
2.
Bilah (lamella/gills), merupakan
bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
3.
Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan
massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
4.
Cincin atau Annulus, merupakan
bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
5.
Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang
terdapat pada dasar tangkai. (Widayati,
2011)
Basidiomycota adalah jamur
multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat
melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada
pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung
atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54)
D.
Habitat
Basidiomycota
Jamur Basidiomycotina
umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah
daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup
pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang
bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)
E.
Reproduksi
Basidiomycota
Reproduksi jamur ini
terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara
membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi
seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda
jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium
(basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai
berikut:

Penjelasan :
·
Hifa (+) dan hifa (-)
yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling
bersinggungan.
·
Plasmogami terjadi
antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa
lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan
(dikariotik).
·
Hifa haploid dikariotik
akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
·
Miselium dikariotik
tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
·
Pada ujung-ujung hifa
basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid
(2n).
·
Inti diploid dalam
basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
·
Basidium membentuk empat
tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
·
Satu inti haploid pada
basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi
basidiospora.
·
Jika basidiospora
terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi
hifa yang haploid. (Rudini, 2010)
F.
Klasifikasi
Basidiomycota
Filum basidiomycota dibagi ke dalam
tiga kelompok utama, yaitu :
1.
Urediniomycetes.
2.
Hymenomycetes.
3.
Ustilaginomycetes.
Jamur Basidiomycota dibagi
menjadi Homobasidimycotina (jamur
yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi
menjadi 3 subclass
yaitu :
1.
Hymenomycetes
Merupakan
kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan
terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori
atau insang. Contoh: Agaricales, dan Aphyllophorales.
2.
Gasteromycetes
Menghasilkan
spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya
pecah. jamur ini menghasilkan
basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau
setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid
basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.
3.
Heterobasidiomcetae
Menghasilkan
spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut
untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.
Beberapa
contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
1.
Puccinia
graminis.
2.
Jamur Merang (Volcariella volvacea).
3.
Ustilago
maydis.
4.
Jamur Kuping.
5.
Amanita
muscaria. (Febricha,
2012)
G.
Peranan Basidiomycota
1.
Peranan Basidiomycota Yang Menguntungkan
a.
Sebagai bahan makanan, antara lain:
1)
Jamur kuping (Auricularia
polytricha).
2)
Jamur merang (Volvariella
volvacea).
3)
Shitake (Lentinulla
edodes).
4)
Jamur tiram (Pleurotus).
5)
Jamur klentos (Lycoperdon
pretense).
b.
Sebagai obat atau
makanan suplemen, antara lain:
1) Jamur kayu (Ganoderma
apllanatum)
2.
Peranan Basidiomycota Yang Merugikan
a.
Jamur karat (Puccinia
graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari tanaman famili
Graminae misalnya jagung dan gandum.
b.
Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
c.
Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan
mematikan jika dimakan.
d.
Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh
buah yang sulit di bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
e.
Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu memiliki spora bulat
berwarna merah tua seperti api.
f.
Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-sel daun yang di serangnya dan
di atas daun terdapat kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan
seperti karat. (
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dari pembahasan materi Basidiomycota, antara lain;
1.
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang
termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.
2.
Ciri-ciri
Basidiomycota antara lain umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis, hyfanya
bersekat dan memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran–lembaran
yang berliku–liku atau bulat.
3.
Struktur morfologi Basidiomycota meliputi tudung,
bilah, tangkai tubuh buah, cincin dan volva.
4.
Jamur Basidiomycota
umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah
daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.
5.
Reproduksi jamur ini
terjadi secara aseksual maupun seksual.
6.
Jamur
Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi
menjadi 3 subclass
yaitu Hymenomycetes, Gasteromycetes, Heterobasidiomcetae.
7.
Peranan Basidiomycota yang menguntungkan antara lain sebagai
bahan makanan yaitu salah satunya Jamur kuping (Auricularia
polytricha) dan sebagai obat
yaitu Jamur kayu (Ganoderma apllanatum).
8.
Peranan Basidiomycota yang merugikan salah satunya
yaitu Puchinia arachidis, parasit pada tanaman
kacang tanah.
B.
Saran
Demikianlah makalah
yang kami berisikan tentang Basidiomycota.
Makalah ini pun tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Adapun kiranya
terdapat kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah
ini. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonimmous.
2014. Basidiomycota. http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB
Febricha. 2012. Basidiomycota. http://febricha-hardanita.blogspot.com/2012/01/
basidiomycota.html Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB
Rudini. 2010. Basidiomycota. http://coretanroodeetea.wordpress.com/2010/03/03/
basidiomycota/ Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB
Supomo, dkk. 2007. Biologi. Sukoharjo: Setiaji
http://fungibasidiomycota.blogspot.com/
2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html
Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB MAKALAH
BASIDIOMYCOTA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Kelompok Mata Kuliah “Botani Cryptogamae”
Semester III 2014/2015
Dosen Pengampu : Novianti Muspiroh,
M.P

Disusun oleh :
Kelompok 2
1.
Fajrian Hamzah
2. Januar
Ningsih
3. Santi
Nurfadhilah S.
4. Yeni
Martini
FAKULTAS TARBIYAH/SEMESTER
3/BIOLOGI-B
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK
INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Allah SWT,
atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya dan tentunya mengandung manfaat bagi para
mahasiswa IAIN Cirebon khususnya mahasiswa jurusan Tadris IPA Biologi.
Sholawat
serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepangkuan Rosulullah SAW,
keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amiin.
Adapun
makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Botani Cryptogamae”. Dan makalah ini
berisikan tentang “Basidiomycota”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu sebagai pengajar mata kuliah Botani
Cryptogamae, kami menyadari
bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan
saran yang sifatnya mendukung untuk kesempurnaan di kesempatan yang akan datang
sangat kami harapkan.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.
Cirebon, 24 September
2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A.
Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulisan ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A. Pengertian
Basidiomycota ……………………………………………... 3
B. Ciri-ciri
Basidiomycota ………………………………………………… 3
C. Struktur dan
Bentuk Tubuh Basidiomycota …………………………. 3
D. Habitat Basidiomycota
…………………………………………………. 4
E. Reproduksi
Basidiomycota …………………………………………….. 4
F.
Klasifikasi
Basidiomycota ……………………………………………… 6
G. Peranan
Basidiomycota ………………………………………………… 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 8
A. Kesimpulan .............................................................................................. 8
B. Saran .......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Terdapat sekitar 30000 spesies
basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur
atau Fungi. Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio
basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk
diploid yang terjadi pada Reproduksinya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai
dekomposer pada kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini
sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis–jenis yang karpusnya
(tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Kelompok tersebut
(yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan.
Basidiomycota terdiri dari anggota
mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang
basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman.
Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah
(basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag
seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi
secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara
menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa
yang berbeda jenis.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai Basidiomycota. Materi yang akan dijelaskan dalam
materi Basidiomycota antara lain pengertian Basidiomycota, ciri-ciri
Basidiomycota, struktur dan bentuk tubuh Basidiomycota, habitat Basidiomycota, Reproduksi
Basidiomycota, klasifikasi Basidiomycota dan peranan Basidiomycota.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dari materi Basidiomycota
adalah sebagai berikut:
1.
Apa pengertian dari Basidiomycota?
2.
Apa saja ciri-ciri dari Basidiomycota?
3.
Bagaimana struktur dan bentuk
tubuh dari
Basidiomycota?
4.
Bagaimana habitat dari Basidiomycota?
5.
Bagaimana cara reproduksi
dari Basidiomycota?
6.
Apa saja yang termasuk dalam klasifikasi
Basidiomycota?
7.
Bagaimana peranan dari Basidiomycota?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari materi Basidiomycota adalah sebagai
berikut:
1.
Mengetahui pengertian dari Basidiomycota.
2.
Mengetahui ciri-ciri dari Basidiomycota.
3.
Mengetahui struktur dan bentuk
tubuh dari
Basidiomycota.
4.
Mengetahui habitat dari Basidiomycota.
5.
Mengetahui cara reproduksi
dari Basidiomycota.
6.
Mengetahui yang termasuk dalam klasifikasi
Basidiomycota.
7.
Mengetahui peranan dari Basidiomycota.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Basidiomycota
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang
termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota,
mempunya 22,300 spesies.
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan
dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di
terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014)
B.
Ciri-ciri
Basidiomycota
1.
Umumnya anggota basidiomycota
berukuran makroskopis.
2.
Hyfanya bersekat.
3.
Memiliki tubuh buah (basidiokarp)
berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
4.
Hidupnya saprofit, parasit, dan
mutualisme.
5.
Perkembangbiakan secara aseksual
(vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi
miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
6.
Miselia dikariotik berumur panjang.
7.
Memiliki tahapan diploid sementara.
8.
Habitat jamur yang saprofit pada
sisa-sisa makhluk
hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati.
Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti
tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan
membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)
C.
Struktur
dan Bentuk Tubuh Basidiomycota
Struktur morfologisnya yaitu
sebagai berikut :
1.
Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang
oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda,
pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus
tersebut akan pecah.
2.
Bilah (lamella/gills), merupakan
bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
3.
Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan
massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
4.
Cincin atau Annulus, merupakan
bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
5.
Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang
terdapat pada dasar tangkai. (Widayati,
2011)
Basidiomycota adalah jamur
multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat
melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada
pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung
atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54)
D.
Habitat
Basidiomycota
Jamur Basidiomycotina
umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah
daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup
pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang
bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)
E.
Reproduksi
Basidiomycota
Reproduksi jamur ini
terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara
membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi
seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda
jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium
(basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai
berikut:

Penjelasan :
·
Hifa (+) dan hifa (-)
yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling
bersinggungan.
·
Plasmogami terjadi
antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa
lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan
(dikariotik).
·
Hifa haploid dikariotik
akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
·
Miselium dikariotik
tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
·
Pada ujung-ujung hifa
basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid
(2n).
·
Inti diploid dalam
basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
·
Basidium membentuk empat
tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
·
Satu inti haploid pada
basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi
basidiospora.
·
Jika basidiospora
terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi
hifa yang haploid. (Rudini, 2010)
F.
Klasifikasi
Basidiomycota
Filum basidiomycota dibagi ke dalam
tiga kelompok utama, yaitu :
1.
Urediniomycetes.
2.
Hymenomycetes.
3.
Ustilaginomycetes.
Jamur Basidiomycota dibagi
menjadi Homobasidimycotina (jamur
yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi
menjadi 3 subclass
yaitu :
1.
Hymenomycetes
Merupakan
kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan
terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori
atau insang. Contoh: Agaricales, dan Aphyllophorales.
2.
Gasteromycetes
Menghasilkan
spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya
pecah. jamur ini menghasilkan
basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau
setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid
basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.
3.
Heterobasidiomcetae
Menghasilkan
spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut
untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.
Beberapa
contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
1.
Puccinia
graminis.
2.
Jamur Merang (Volcariella volvacea).
3.
Ustilago
maydis.
4.
Jamur Kuping.
5.
Amanita
muscaria. (Febricha,
2012)
G.
Peranan Basidiomycota
1.
Peranan Basidiomycota Yang Menguntungkan
a.
Sebagai bahan makanan, antara lain:
1)
Jamur kuping (Auricularia
polytricha).
2)
Jamur merang (Volvariella
volvacea).
3)
Shitake (Lentinulla
edodes).
4)
Jamur tiram (Pleurotus).
5)
Jamur klentos (Lycoperdon
pretense).
b.
Sebagai obat atau
makanan suplemen, antara lain:
1) Jamur kayu (Ganoderma
apllanatum)
2.
Peranan Basidiomycota Yang Merugikan
a.
Jamur karat (Puccinia
graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari tanaman famili
Graminae misalnya jagung dan gandum.
b.
Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
c.
Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan
mematikan jika dimakan.
d.
Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh
buah yang sulit di bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
e.
Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu memiliki spora bulat
berwarna merah tua seperti api.
f.
Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-sel daun yang di serangnya dan
di atas daun terdapat kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan
seperti karat. (
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dari pembahasan materi Basidiomycota, antara lain;
1.
Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang
termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.
2.
Ciri-ciri
Basidiomycota antara lain umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis, hyfanya
bersekat dan memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran–lembaran
yang berliku–liku atau bulat.
3.
Struktur morfologi Basidiomycota meliputi tudung,
bilah, tangkai tubuh buah, cincin dan volva.
4.
Jamur Basidiomycota
umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah
daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.
5.
Reproduksi jamur ini
terjadi secara aseksual maupun seksual.
6.
Jamur
Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi
menjadi 3 subclass
yaitu Hymenomycetes, Gasteromycetes, Heterobasidiomcetae.
7.
Peranan Basidiomycota yang menguntungkan antara lain sebagai
bahan makanan yaitu salah satunya Jamur kuping (Auricularia
polytricha) dan sebagai obat
yaitu Jamur kayu (Ganoderma apllanatum).
8.
Peranan Basidiomycota yang merugikan salah satunya
yaitu Puchinia arachidis, parasit pada tanaman
kacang tanah.
B.
Saran
Demikianlah makalah
yang kami berisikan tentang Basidiomycota.
Makalah ini pun tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Adapun kiranya
terdapat kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah
ini. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonimmous.
2014. Basidiomycota. http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota Diakses tanggal : 21 September 2014 pukul 11.00 WIB
Febricha. 2012. Basidiomycota. http://febricha-hardanita.blogspot.com/2012/01/
basidiomycota.html Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB
Rudini. 2010. Basidiomycota. http://coretanroodeetea.wordpress.com/2010/03/03/
basidiomycota/ Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB
Supomo, dkk. 2007. Biologi. Sukoharjo: Setiaji
http://fungibasidiomycota.blogspot.com/
2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html
Diakses
tanggal : 21
September 2014 pukul 11.00
WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar