BAHAN AJAR
PROTISTA
Diajukan Untuk
Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah
Mata
Kuliah : Kapita Selekta I
Dosen
Pengampu : Megayani, M.Pd
Oleh
:
Santi
Nurfadhillah S.
1413162041
JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2016
PENDAHULUAN
Apabila kalian mengambil setetes air kolam dan meletakkannya di
bawah mikroskop, kalian akan melihat makhluk-makhluk kecil yang
berenang-renang. Semua makhluk hidup kecil yang kalian lihat itu adalah
protista. Menurut Soepomo (2009: 43) Protista adalah organisme eukariotik yang
hidup di habitat yang relatif basa dan sebagian besar berukuran mikroskopis.
Walaupun ukurannya sangat kecil, tetapi protista memiliki pengaruh yang sangat
besar bagi manusia dalam ekologi secara umum.
Para ahli taksonomi mengajukan kingdom protista sebagai
penyelesaian yang masuk akal dalam mengatur taksonomi mikroorganisme. Keputusan
ini digunakan sebagai jalan keluar untuk menentukan kedudukan takson pada
mikroorganisme yang dianggap seperti hewan dan seperti tumbuhan. Misalnya Euglena
sp., para ahli tumbuhan memasukkannya dalam dunia tumbuhan karena berklorofil,
tetapi para ahli hewan memasukkannya dalam dunia hewan karena kemampuannya
bergerak aktif.
Menurut teori evolusi, protista terbentuk kira-kira satu milyar
tahun sebelum terbentuknya tumbuhan, jamur dan hewan. Protista merupakan
organisme eukariotik awal yang merupakan organisme prokariotik.
Protista umumnya ditemukan di air, baik air tawar maupun air laut.
Protista merupakan plankton, yaitu organisme berukuran mikroskopis yang
melayang-layang di air.
Kingdom protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip
hewan, protista mirip tumbuhan dan protista mirip jamur. Masing-masing kelompok
memiliki ciri yang berbeda, untuk lebih jelasnya akan dipelajari pada bab
berikut.
PROTISTA
A.
Pengertian
Protista
Protista (“yang paling pertama”)
berasal dari teori asal-usul makhluk hidup yang di kemukakan oleh Aristoteles
“Makhluk hidup berasal dari benda mati”. Protista adalah kelompok organisme
yang memiliki struktur eukariotik,
uniseluler, dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya. (Mita, 2013).
B.
Karakteristik Protista
Menurut Anonim (2014) ciri-ciri umum
Kingdom Protista adalah sebagai berikut:
1.
Organisme
eukariotik sederhana;
2.
Protista
dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip
tumbuhan dan protista mirip jamur;
3.
Sebagian
besar organisme uniseluler, beberapa kolonial dan beberapa multiseluler seperti
ganggang;
4.
Sebagian
besar protista hidup di air, beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia
dan tanaman;
5.
Organisme
ini eukariotik, karena mereka memiliki membran inti terikat dan endomembran sistem;
6.
Mereka
memiliki mitokondria untuk respirasi sel dan beberapa memiliki kloroplas untuk
fotosintesis;
7.
Reproduksi
– beberapa spesies memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan beberapa
organisme. Contoh: Plasmodium. Beberapa bereproduksi secara seksual dan
aseksual lain;
8.
Berkembang
biak dengan mitosis dan beberapa mampu meiosis untuk reproduksi seksual;
9.
Beberapa
protista adalah patogen dari hewan dan tumbuhan. Contoh: Plasmodium menyebabkan
malaria pada manusia;
10.
Protista
adalah komponen utama plankton.
|
(a)
|
(b)
|
(c)
|
Gambar
1. Macam-macam protista: (a) protista mirip hewan,
(b)
protista mirip tumbuhan, (c) protista mirip jamur
C.
Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Istilah Protozoa berasal dari bahasa
Yunani yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan.
1.
Ciri-ciri
Protozoa
a.
Merupakan
organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota).
b.
Berukuran
mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron.
c.
Memiliki
bentuk bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
d.
Umumnya
dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia),
bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki
alat gerak.
e.
Hidup
bebas di air tawar dan air laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis
Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara
heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.
f.
Reproduksi
secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan reproduksi seksual dengan penyatuan
sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif
(konjugasi).
2.
Klasifikasi
Berdasarkan
alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu :
a.
Flagellata
(Mastigophora)
Flagellata (Latin, flagell = cambuk) atau
Mastigophora (Yunani, mastig = cambuk, phora =
gerakan) bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian besar
Flagellata memiliki dua flagellum. Letak flagellum ada yang di bagian belakan
sel (posterior), atau di bagian depan sel (anterior).
|
Gambar
2.
Trypanosoma
brucei
|
b.
Ciliata/Ciliophora/Infosoria
Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliphora (Yunani, phora
= gerakan) bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Ciliata juga
disebut infusoria (Latin, infus = menuang) karena hewan ini ditemukan juga pada
air buangan atau air cucuran. Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau
hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi untuk bergerak, silia juga
merupakan alat bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke
sitoplasma. Makanan terkumpul di sitoplasma akan dilanjutkan ke dalam
sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke
sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.
Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua inti,
makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar dibandingkan
mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi reproduksi, yaitu pada konjugasi.
Ciliata juga memiliki trikokis yang fungsinya untuk pertahanan diri dari musuh.
|
Gambar 3.
Struktur sel Paramaecium caudatum
|
Gambar 4. Siklus hidup Paramaecium sp.
c.
Rhizopoda
atau Sarcodina
Semua Protozoa yang tergolong kelas Rhizopoda (Yunani, rhizo =
akar, podos = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco = daging) bergerak dengan
penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu). Bentuk
pseudopodia beragam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseudopodia
berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan.
Rhizopoda berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner.
Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, Rhizopoda tertentu dapat
beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista,
contohnya Amoeba sp. yang
akan menjadi aktif kembali jika kondisi lingkungan sudah sesuai.
Gambar 5. Reproduksi Amoeba
d.
Sporozoa
Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok
protista uniseluler yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya memiliki
bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis
Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia.
Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual.
Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks., dengan beberapa
perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual
dilakukan dengan pembelahan biner. Reproduksi seksual dilakukan dengan
pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contoh
Sporozoa adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria
pada manusia.
|
Gambar 6. Plasmodium vivax
|
Gambar 7. Plasmodium palcifarum
|
Genus Plasmodium, bersifat parasit pada sel darah
(eritrosit) manusia, yaitu menyebabkan penyakit malaria. Vektornya adalah
nyamuk Anopheles sp. Reproduksi Plasmodium secara vegetatif
berlangsung pada tubuh manusia penderita malaria, dan secara generatif
berlangsung pada tubuh nyamuk Anopheles sp. betina. Adapun siklus hidup Plasmodium
sp, yaitu:
·
Fase
Vegetatif : Terjadi pada tubuh manusia penderita Malaria. Manusia
dipandang sebagai hospes denifitif. Terdapatnya plasmodium di sepanjang saluran
darah. Spora aseksual berkembang biak pada waktu nyamuk anopheles menghisap
darah.
·
Fase
Generatif :Terjadi di dalam tubuh nyamuk Anophels betina. Anopheles dipandang
sebagai hospes intermedier. Terdapatnya plasmodium disepanjang saluran
pencernaan dan saluran ludah. (Rika, 2013).
Gambar 8. Siklus hidup Plasmodium sp.
3.
Peranan
a.
Protozoa
yang merugikan
1)
Trypanosoma
evansi, penyebab penyakit sura (malas )
pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tse-tse.
2)
Trypanosoma
gambiense dan T. rhodesiensis hewan
penyebab penyakit tidur pada manusia.
3)
Leishmania
donovani, penyebab penyakit kalazar yang
ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir, sekitar
laut tengah, dan india.
4)
Entamoeba
histolityca, yang hidup di
dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut
(Disentri).
5)
Entamoeba
ginggivalis, hidup dalam
rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
6)
Balantidium
coli menyebabkan disentri pada manusia karena hidup pada usus besar.
7)
Toxoplasma
gondii menyebabkan penyakit
toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui
makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran
kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat
membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
8)
Plasmodium sp.
menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Ada 4 spesies Plasmodium
yaitu:
a)
Plasmodium
vivax: Penyebab penyakit malaria Tertiana.
b)
Plasmodium
malariae: Penyebab penyakit malaria quartana.
c)
Plasmodium
ovale : Penyebab penyakit malaria
ovale.
d)
Plasmodium
falcifarum: Penyebab penyakit malaria Tropica.
b.
Protozoa
yang menguntungkan
1)
Protozoa
yang hidup di lingkungan perairan berperan sebagai zooplankton yang merupakan sumber
pakan alami ikan dan udang.
2)
Entamoeba
coli, hidup dalam colon (usus besar sapi). Bersifat menguntungkan
karena dapat membantu pencernaan sapi.
3)
Foraminifera
(Globierina bulloiders) berguna sebagai petunjuk dalam penyelidikan
tanah yang mengandung minyak bumi.
4)
Radiolaria
(Lichnapsis giltochii), rangka luar dari kersik, bercelah-celah tempat
keluarnya pseudopodia, rangka luar yang kosong mengendap merupakan tanah
radiolarian yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok. (Syamsuri, 2007 : 116).
D.
Protista Mirip Tumbuhan (Ganggang/Alga)
Apabila kita jalan-jalan ke laut
atau pantai, kita akan menemukan organisme seperti tumbuhan yang berwarna hijau
atau coklat. Organisme tersebut adalah ganggang atau protista mirip tumbuhan.
1)
Ciri-ciri
Ganggang
a.
Uniseluler
(bersel tunggal) dan ada yang multiseluler;
b.
Habitat
di air tawar, air laut, menempel pada tempat-tempat yang basah atau lembab;
c.
Tidak
memiliki akar, batang, dan daun sejati (tubuhnya disebut talus);
d.
Mempunyai
klorofil, terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum;
e.
Ada
yang berbentuk bulat, benang, dan lembaran;
f.
Reproduksi
secara seksual dan aseksual. (Syamsuri, 2007 : 118)
|
|
|
|
Gambar
9. Contoh protista mirip tumbuhan:
(a) Noctiluca miliaris, (b) Gelidium cartilagineum, (c) Dictyota dichotoma
2)
Klasifikasi
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, ganggang dibedakan menjadi
beberapa filum, yaitu:
a.
Divisi
Euglenophyta
Euglenophyta adalah organisme satu sel yang memperlihatkan
ciri-ciri yang mirip hewan dan sekaligus mirip tumbuhan. Euglenophyta dianggap
mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Selain
mengandung klorofil a dan klorofil b, Euglenophyta juga mengandung karoten.
Euglenophyta dianggap mirip hewan karena selnya tidak berdinding, dapat
bergerak bebas dan berbintik mata. Salah satu contohnya yaitu Euglena
viridis. (Isytamar, 2007 : 118).
Euglena viridis memiliki
bentuk tubuh oval memanjang, di salah satu ujungnya terdapat mulut sel dan
tumbuh satu cambuk atau flagela. Di dekat mulut sel terdapat bintik mata yang
disebut stigma berwarna merah. Di dalam sitoplasma terdapat butir-butir
kloroplas berbentuk oval yang berisi klorofil.
|
Gambar 11. Reproduksi Euglena
|
b.
Divisi
Chrysophyta (Alga Keemasan)
Filum Chrysophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu :
1)
Kelas
Alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
|
Gambar 12. Vaucheria
sp
|
2)
Kelas
Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae)
Alga ini memiliki klorofil dan karoten (pigmen keemasan). Tubuhnya
ada yang uniseluler, misalnya Ochromonas sp, ada pula yang membentuk
koloni, misalnya Synura sp.
|
Gambar 13. Ochromonas sp
|
Gambar 14. Synura sp
|
3)
Kelas
Bacillariophyceae (Diatom)
Diatom banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah, misalnya di
sawah, got, atau parit. Tubuhnya uniseluler. Dinding sel tersusun atas dua
belahan, yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Reproduksi aseksual
dilakukan dengan cara membelah diri. Contohnya adalah Navicula sp. (Syamsuri,
2007 : 121)
Gambar
15. Reproduksi diatom
c.
Divisi
Pyrrhophyta (Alga Api)
|
Gambar
16.
Noctiluca miliaris
|
d.
Divisi
Chlorophyta (Alga hijau)
Ada yang uniseluler (soliter-koloni) dan multiseluler. Tubuhnya
mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan pigmen warna lain (karoten &
xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut sebagai
fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan lignin.
Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang bersimbiosis
(mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner untuk yang
bersel satu dan fragmentasi untuk yang berbentuk benang, dan secara
seksual dengan konjugasi. Konjugasi
adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora. (Aslam, 2013).
Beberapa contoh alga hijau yang sering anda jumpai di kolam sekitar anda
antara lain:
1)
Chlorophyta bersel
tunggal tidak bergerak, contohnya Chlorella sp.
|
Gambar
17.
Chlorella
sp.
|
2)
Chlorophyta bersel
tunggal dapat bergerak, contohnya Chlamidomonas sp.
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vakuola,
satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk
terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan
konjugasi. (perhatikan gambar berikut ini).
Gambar 18. Reproduksi Chlamidomonas
sp
3)
Chlorophyta berbentuk
koloni tidak bergerak, contohnya Hydrodictyon sp.
|
Gambar
19.
Hydrodictyon
sp.
|
4)
Chlorophyta berbentuk
koloni dapat bergerak, contohnya Volvox sp.
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah
antara 500-5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata.
Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel
gamet.
5)
Chlorophyta berbentuk
benang, contohnya Spyrogyra sp.
Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh
seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah
inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual
dengan konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi yaitu: Dua benang saling
berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan
yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu
terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma
melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh peleburan inti
yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. Zigospora
mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra
baru yang haploid.
|
Gambar 20
|
6)
Chlorophyta berbentuk
lembaran Ulva sp.
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk
seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan
spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut
gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan
gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot
(2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya
sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya
mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (Perhatikan gambar di
bawah ini).
Gambar 21. Siklus hidup Ulva sp.
e.
Divisi
Phaeophyta (Alga coklat)
|
Gambar
22.
Laminaria
sp.
|
f.
Divisi
Rhodophyta (Alga Merah)
|
Gambar
23.
Euchema
spinosum
|
3) Peranan
a)
Bidang
perikanan (sebagai makanan ikan yaitu fitoplankton dan zooplankton)
b)
Bidang
pertanian (Rumput laut untuk pupuk dipesisir)
c)
Ekosistem
perairan (sebagai produsen primer)
d)
Bidang
industri (tanah diatom untuk amplas, isolasi, bahan dasar kaca)
e)
Bahan
dasar makanan : Gelidium (agar-agar), Chondrus (minuman coklat), alginat (bahan
campuran es krim).
f)
Bahan
obat-obatan (Chlorella). (Etty, 2013)
E.
Protista Mirip Jamur
Protista mirip jamur tidak
dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda.
Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip
amoeba (protozoa). Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip
ganggang. Protista mirip jamur dibedakan menjadi 2 filum, yaitu jamur lendir
dan jamur air.
1.
Filum
Jamur Lendir
Jamur lendir dapat dijumpai di hutan basah, batang kayu yang
membusuk, tanah lembab, sampah basah dan kayu lapuk. Pada fase vegetatif, sifat-sifat
jamur lendir mirip dengan Amoeba, tetapi reproduksinya mirip dengan
fungi. Struktur tubuhnya seperti lendir atau plasmodium.
Siklus hidup jamur lendir, pada fase vegetatif plasmodium bergerak
amoeboid untuk mengelilingi dan menelan makanan yang berupa bahan organik.
Makanan dicerna didalam vakuola makanan, dan sisa-sisa yang tidak tercerna
ditinggalkan sewaktu plasmodium bergerak. Selanjutnya jika telah mencapai
dewasa, plasmodium membentuk sporangium (kotak spora) yang mirip dengan
sporangium jamur. Sporangium yang matang akan pecah dan spora disebarkan angin.
Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah dan membentuk sel gamet
yang berflagela atau sel-sel gamet yang mirip Amoeba. Sel-sel gamet ini
bersifat haploid. Sel-sel gamet melakukan singami. Singami adalah
peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama dan tidak dapat dibedakan
jantan atau betina. Hasil peleburan kedua gamet membentuk zigot. Zigot kemudian
tumbuh menjadi plasmodium dewasa.
Gambar
24. Reproduksi Jamur Lendir
a.
Jamur
Lendir Tidak Bersekat (Myxomicota)
Filum Myxomycota terdiri atas jamur lendir. Anggota Myxomycota
biasanya memiliki pigmen kuning atau oranye dan bersifat heterotrof. Myxomycota
memiliki fase amoeboid berinti banyak dan tidak dibatasi dinding kuat yang
disebut plasmodium yang dapat dijumpai dalam siklus hidupnya. Plasmodium dapat
bergerak seperti Amoeba di atas substrat dan mencerna makanan secara
fagositosis, menelan partikel atau sel secara langsung. Contoh spesies
Myxomycota adalah Physarium sp. ( Etty, 2013).
b.
Jamur
Lendir Bersekat (Acrasiomycota)
|
Gambar
26.
Acrasis
rosea
|
2.
Filum
Jamur Air (Oomycota)
|
Gambar
27.
Saprolegnia
sp.
|
Adapun siklus hidupnya yaitu sebagai berikut:
a.
Reproduksi
Aseksual
Bermula dengan adanya zoosporangium (2n) yang berada pada ujung
hifa yang terbentuk dari benang atau hifa yang membengkak. Di dalam sporangium
tersebut, dihasilkan spora yang berflagella yang disebut zoospora (2n). Ketika
zoospora matang dan jatuh di tempat yang sesuai, maka akan berkecambah dan
tumbuh menjadi mycelium baru. Namun jika lingkungan yang tidak memungkinkan,
maka Zoospora ini kemudian membentuk sista (2n) untuk bertahan hidup.
b.
Reproduksi
Seksual
Reproduksi ini terjadi dengan cara oogami. Di dalam oogonium
dibentuk sel telur, sedangkan di dalam anteridium tidak terbentuk sel sperma,
tetapi terdapat banyak inti. Jika anteridium bersentuhan/menempel dengan
oogonium akan menghasilkan saluran fertilisasi yang akan menembus oogonium dan
menyediakan jalan bagi perpindahan inti. Pembuahan oosfer (sel telur)
menghasilkan zigot. Zigot mempunyai dinding tebal dan tahan terhadap kondisi
yang tidak menguntungkan, seperti udara dingin dan kekeringan. Zigot akan
berkembang menjadi oospora. Setelah mengalami fase istirahat, intinya mengalami
reduksi dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru. Dimana individu baru ini
mula-mula berinti empat, tetapi selanjutnya berinti banyak. Selanjutnya zigot
mengalami germinasi/ perkecambahan untuk terjadinya pembebasan zigot yang dapat
mengalami pembelahan meiosis untuk menghasilkan individu-individu lainnya.
(Linda, 2014)
Gambar 28. Reproduksi Jamur Air
3.
Peranan
a.
Phytium
sp. yaitu penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman.
b.
Saprolegnia
parasitica yaitu parasit pada ikan.
c.
Phytophtora
infestans, merupakan jamur parasit pada
kentang (busuk kentang).
d.
Phytophtora
faberi yaitu penyebab penyakit kanker pada
bidang sudapan pohon karet.
e.
Phytophtora
nictiane yaitu penyebab busuk pada daun
tembakau.
KESIMPULAN
Berdasarkan materi yang telah dijelaskan
diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Protista
adalah kelompok organisme yang memiliki struktur eukariotik, uniseluler, dan tidak memiliki
jaringan yang sebenarnya.
2.
Protista
merupakan organisme eukariotik sederhana yang sebagian besar hidup di air,
beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia dan tanaman.
3.
Protista
dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip
tumbuhan dan protista mirip jamur.
4.
Ciri-
ciri protista mirip hewan diantaranya berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100-
300 µ serta melakukan reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, dan
reproduksi seksual dengan konjugasi.
5.
Berdasarkan
alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu Flagellata bergerak dengan bulu
cambuk, Ciliata bergerak dengan silia (rambut getar), Rhizopoda bergerak dengan
penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu), dan
Sporozoa tidak memiliki alat gerak.
6.
Peranan
protozoa ada yang menguntungkan dan merugikan. Peranan yang merugikan
diantaranya Trypanosoma evansi sebagai penyebab penyakit sura pada
ternak, dan menguntungkan yaitu Foraminifera (Globierina bulloiders)
berguna sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi.
7.
Ciri-ciri
Protista Mirip Tumbuhan diantaranya tidak memiliki akar, batang, dan daun
sejati (tubuhnya disebut talus), bentuk beragam ada yang bulat, benang, dan
lembaran.
8.
Berdasarkan
pigmen yang dikandungnya, alga dibedakan menjadi Filum Euglenophyta, filum
Chrysophyta (Alga Keemasan), filum Pyrrhophyta (Alga Api), filum Chlorophyta
(Alga hijau), filum Phaeophyta (Alga coklat), dan filum Rhodophyta (Alga Merah).
9.
Alga
berperan dalam bidang perikanan, bidang pertanian, ekosistem perairan, bidang
industri, bahan makanan dan bahan obat-obatan.
10.
Ciri-ciri
Protista mirip jamur diantaranya bersifat uniseluler maupun multiseluler, serta
tidak berklorofil.
11.
Protista
mirip jamur dibedakan menjadi 2 filum, yaitu jamur lendir dan jamur air.
12.
Peranan
Protista mirip jamur diantaranya Phytium sp. yaitu penyebab penyakit
busuk pada kecambah berbagai tanaman.
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) PROTISTA
Protista
menyerupai hewan (protozoa) diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu
..............., ..............., ..............., dan .............
Pengklasifikasian ini didasarkan pada .............. Contoh protozoa yang hidup
dalam rongga mulut sehingga merusak gigi dan gusi adalah...... sedangkan flagellata
yang penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak yaitu............. hospes
perantaranya adalah ........... . Penyebab penyakit malaria quartana yaitu ..........
Vektor penyakit ini adalah .......... .
Berdasarkan
tipe pigmen fotosintetik yang dimilikinya protista menyerupai tumbuhan
dikelompokkan menjadi........, ............, ............, ...............,
..................., dan ............ . Pigmen utama pada Chlorophyta adalah
....... Sedangkan Pigmen pada Rhodophyta adalah ..............
Protista
menyerupai jamur terdiri atas ............... dan ................
1.
Flagellata
2.
Ciliata
3.
Rhizopoda
4.
Sporozoa
5.
Alat
gerak
6.
Entamoeba
ginggivalis
7.
Trypanosoma
evansi
8.
lalat
tse-tse
9.
Plasmodium
malariae
10.
Nyamuk
Anopheles betina
11.
Euglenophyta
12.
Chrysophyta
(Alga Keemasan)
13.
Pyrrhophyta
(Alga Api)
14.
Chlorophyta
(Alga hijau)
15.
Phaeophyta
(Alga coklat)
16.
Rhodophyta
(Alga Merah)
17.
Kloroplas
18.
Fikoeritrin
19.
Jamur
lendir
20.
Jamur
air
DAFTAR PUSTAKA
Soepomo, 2009. Modul
Biologi Untuk SMA/MA . Sukoharjo : Setiaji.
Syamsuri,
Istamar dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas X Semester 1. Jakarta :
Erlangga.
Tjitrosomo,
Siti Sutarmi. 2010. Botani Umum 3. Bandung : Angkasa.
Anonim. 2013. Ciri-ciri Protista dan Contohnya. [Online].
Tersedia : http://kliksma.com /2014/08/ciri-ciri-protista-dan-contoh.html
diakses pada tanggal 29 September 2015 pukul 20:22 WIB.
Aslam, 2013. Protista Mirip Tumbuhan (Alga). [Online].
Tersedia : http//aslam02.wordpress. com diakses pada tanggal 30 September 2015
pukul 05:04 WIB
Damayanti, Linda. 2014. Biologi : Siklus Hidup Jamur Air
(Oomycota). [Online]. Tersedia : http://damayantilinda.blogspot.co.id/2014/01/biologi-siklus-hidup-oomycota-jamur-air.html
diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 05:21 WIB.
Etty, 2013. Protista. [Online]. Tersedia : http://ettxfhenzter.blogspot.co.id diakses
pada tanggal 30 September 2015 pukul 05:01 WIB.
Rika, 2013. Protista Mirip Hewan (Protozoa). [Online].
Tersedia : http://jadikecil.wordpress. com diakses pada tanggal 29 September
2015 pukul 20:31 WIB.
Widawati,
Mita. 2013. Makalah protista. [Online]. Tersedia : http://mitawidawati. blogspot.co.id
diakses pada tanggal 29 September 2015 pukul 20:04 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar