Jumat, 28 Oktober 2016

Bahan Ajar Kapsel I (Protista)

BAHAN AJAR
PROTISTA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah

Mata Kuliah                 : Kapita Selekta I
Dosen Pengampu         : Megayani, M.Pd








Oleh :
Santi Nurfadhillah S.
1413162041


JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2016


PENDAHULUAN

Apabila kalian mengambil setetes air kolam dan meletakkannya di bawah mikroskop, kalian akan melihat makhluk-makhluk kecil yang berenang-renang. Semua makhluk hidup kecil yang kalian lihat itu adalah protista. Menurut Soepomo (2009: 43) Protista adalah organisme eukariotik yang hidup di habitat yang relatif basa dan sebagian besar berukuran mikroskopis. Walaupun ukurannya sangat kecil, tetapi protista memiliki pengaruh yang sangat besar bagi manusia dalam ekologi secara umum.
Para ahli taksonomi mengajukan kingdom protista sebagai penyelesaian yang masuk akal dalam mengatur taksonomi mikroorganisme. Keputusan ini digunakan sebagai jalan keluar untuk menentukan kedudukan takson pada mikroorganisme yang dianggap seperti hewan dan seperti tumbuhan. Misalnya Euglena sp., para ahli tumbuhan memasukkannya dalam dunia tumbuhan karena berklorofil, tetapi para ahli hewan memasukkannya dalam dunia hewan karena kemampuannya bergerak aktif.
Menurut teori evolusi, protista terbentuk kira-kira satu milyar tahun sebelum terbentuknya tumbuhan, jamur dan hewan. Protista merupakan organisme eukariotik awal yang merupakan organisme prokariotik.
Protista umumnya ditemukan di air, baik air tawar maupun air laut. Protista merupakan plankton, yaitu organisme berukuran mikroskopis yang melayang-layang di air.
Kingdom protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip tumbuhan dan protista mirip jamur. Masing-masing kelompok memiliki ciri yang berbeda, untuk lebih jelasnya akan dipelajari pada bab berikut.






PROTISTA

A.    Pengertian Protista
Protista (“yang paling pertama”) berasal dari teori asal-usul makhluk hidup yang di kemukakan oleh Aristoteles “Makhluk hidup berasal dari benda mati”. Protista adalah kelompok organisme yang memiliki struktur  eukariotik, uniseluler, dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya. (Mita, 2013).

B.     Karakteristik Protista
Menurut Anonim (2014) ciri-ciri umum Kingdom Protista adalah sebagai berikut:
1.      Organisme eukariotik sederhana;
2.      Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip tumbuhan dan protista mirip jamur;
3.      Sebagian besar organisme uniseluler, beberapa kolonial dan beberapa multiseluler seperti ganggang;
4.      Sebagian besar protista hidup di air, beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia dan tanaman;
5.      Organisme ini eukariotik, karena mereka memiliki membran inti terikat dan endomembran sistem;
6.      Mereka memiliki mitokondria untuk respirasi sel dan beberapa memiliki kloroplas untuk fotosintesis;
7.      Reproduksi – beberapa spesies memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan beberapa organisme. Contoh: Plasmodium. Beberapa bereproduksi secara seksual dan aseksual lain;
8.      Berkembang biak dengan mitosis dan beberapa mampu meiosis untuk reproduksi seksual;
9.      Beberapa protista adalah patogen dari hewan dan tumbuhan. Contoh: Plasmodium menyebabkan malaria pada manusia;
10.  Protista adalah komponen utama plankton.

(a)

(b)

(c)
Gambar 1. Macam-macam protista: (a) protista mirip hewan,
(b) protista mirip tumbuhan, (c) protista mirip jamur

C.    Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan.
1.         Ciri-ciri Protozoa
a.    Merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota).
b.    Berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron.
c.    Memiliki bentuk bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
d.   Umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
e.    Hidup bebas di air tawar dan air laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.
f.     Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan reproduksi seksual dengan penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif  (konjugasi).
2.      Klasifikasi
Berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu :
a.    Flagellata (Mastigophora)
Flagellata (Latin, flagell = cambuk) atau Mastigophora (Yunani, mastig = cambuk, phora = gerakan) bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian besar Flagellata memiliki dua flagellum. Letak flagellum ada yang di bagian belakan sel (posterior), atau di bagian depan sel (anterior).
Gambar 2.
Trypanosoma brucei 
Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur, misalnya pada Trypanosoma. Flagellata ada yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut, hidup bersimbiosis, atau parasit dalam tubuh hewan. Flagellata yang hidup bersimbiosis, misalnya Trichonympha campanula hidup pada usus rayap. Flagellata yang hidup parasit antara lain Trypanosoma brucei (penyebab penyakit tidur pada manusia di Afrika), Trypanosoma evansi (penyebab penyakit surra pada hewan ternak), Trichomonas vaginalis  (penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria), serta Leishmania (penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia). Trypanosoma dan Leishmania dibawa oleh jenis lalat tertentu yang mengisap darah manusia, contohnya lalat tse-tse (Glossina moritans). Lalat ini menularkan penyakit tidur. Penyakit ini merusak system saraf pusat dan pembuluh darah sehingga penderita tidak dapat berbicara dan berjalan, tidur terus-menerus, dan akhirnya mengakibatkan kematian.
b.    Ciliata/Ciliophora/Infosoria
Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliphora (Yunani, phora = gerakan) bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Ciliata juga disebut infusoria (Latin, infus = menuang) karena hewan ini ditemukan juga pada air buangan atau air cucuran. Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi untuk bergerak, silia juga merupakan alat bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitoplasma. Makanan terkumpul di sitoplasma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.
Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar dibandingkan mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi reproduksi, yaitu pada konjugasi. Ciliata juga memiliki trikokis yang fungsinya untuk pertahanan diri dari musuh.
Ciliata melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual, yaitu dengan pembelahan biner membujur (transversal). Reproduksi seksual dilakukan dengan konjugasi. Contoh spesiesnya yaitu Paramaecium caudatum.
Gambar 3. Struktur sel Paramaecium caudatum
Paramaecium caudatum, bentuk tubuh seperti sandal, mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma,  dan selnya diselubungi oleh pelikel. Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk  reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain. Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan  berfungsi utk membantu mencerna makanan dan vakuola  kontraktil berfungsi utk mengeluarkan sisa makanan cair  (ekskresi). Rereproduksi secara aseksual dengan membelah diri dengan arah transversal, dan seksual dengan konjugasi.
Gambar 4. Siklus hidup Paramaecium sp.

c.    Rhizopoda atau Sarcodina
Semua Protozoa yang tergolong kelas Rhizopoda (Yunani, rhizo = akar, podos = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco = daging) bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu). Bentuk pseudopodia beragam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseudopodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan.
Rhizopoda berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, Rhizopoda tertentu dapat beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista, contohnya  Amoeba sp. yang akan menjadi aktif kembali jika kondisi lingkungan sudah sesuai.
Gambar 5. Reproduksi Amoeba
d.   Sporozoa
Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protista uniseluler yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia.
Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks., dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contoh Sporozoa adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
Gambar 6. Plasmodium vivax
Gambar 7. Plasmodium palcifarum
Genus Plasmodium, bersifat parasit pada sel darah (eritrosit) manusia, yaitu menyebabkan penyakit malaria. Vektornya adalah nyamuk Anopheles sp. Reproduksi Plasmodium secara vegetatif berlangsung pada tubuh manusia penderita malaria, dan secara generatif berlangsung pada tubuh nyamuk Anopheles sp. betina. Adapun siklus hidup Plasmodium sp, yaitu:
·      Fase Vegetatif : Terjadi pada tubuh manusia penderita Malaria.  Manusia dipandang sebagai hospes denifitif. Terdapatnya plasmodium di sepanjang saluran darah. Spora aseksual berkembang biak pada waktu nyamuk anopheles menghisap darah.
·      Fase Generatif :Terjadi di dalam tubuh nyamuk Anophels betina. Anopheles dipandang sebagai hospes intermedier. Terdapatnya plasmodium disepanjang saluran pencernaan dan saluran ludah. (Rika, 2013).
Gambar 8. Siklus hidup Plasmodium sp.
3.      Peranan
a.       Protozoa yang merugikan
1)        Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tse-tse.
2)        Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia.
3)        Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir, sekitar laut tengah, dan india.
4)        Entamoeba histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut (Disentri).
5)        Entamoeba ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
6)        Balantidium coli menyebabkan disentri pada manusia karena hidup pada usus besar.
7)      Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
8)        Plasmodium sp. menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Ada 4 spesies Plasmodium yaitu:
a)        Plasmodium vivax: Penyebab penyakit malaria Tertiana.
b)        Plasmodium malariae: Penyebab penyakit malaria quartana.
c)        Plasmodium ovale :  Penyebab penyakit malaria ovale.
d)       Plasmodium falcifarum: Penyebab penyakit malaria Tropica.
b.      Protozoa yang menguntungkan
1)        Protozoa yang hidup di lingkungan perairan berperan sebagai zooplankton yang merupakan sumber pakan alami ikan dan udang.
2)        Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar sapi). Bersifat menguntungkan karena dapat membantu pencernaan sapi.
3)        Foraminifera (Globierina bulloiders) berguna sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi.
4)        Radiolaria (Lichnapsis giltochii), rangka luar dari kersik, bercelah-celah tempat keluarnya pseudopodia, rangka luar yang kosong mengendap merupakan tanah radiolarian yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok. (Syamsuri, 2007 : 116).

D.    Protista Mirip Tumbuhan (Ganggang/Alga)
Apabila kita jalan-jalan ke laut atau pantai, kita akan menemukan organisme seperti tumbuhan yang berwarna hijau atau coklat. Organisme tersebut adalah ganggang atau protista mirip tumbuhan.
1)        Ciri-ciri Ganggang
a.       Uniseluler (bersel tunggal) dan ada yang multiseluler;
b.      Habitat di air tawar, air laut, menempel pada tempat-tempat yang basah atau lembab;
c.       Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (tubuhnya disebut talus);
d.      Mempunyai klorofil, terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum;
e.       Ada yang berbentuk bulat, benang, dan lembaran;
f.       Reproduksi secara seksual dan aseksual. (Syamsuri, 2007 : 118)
Gambar 9. Contoh protista mirip tumbuhan:
(a)     Noctiluca miliaris, (b) Gelidium cartilagineum, (c) Dictyota dichotoma

2)        Klasifikasi
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, ganggang dibedakan menjadi beberapa filum, yaitu:
a.         Divisi Euglenophyta
Euglenophyta adalah organisme satu sel yang memperlihatkan ciri-ciri yang mirip hewan dan sekaligus mirip tumbuhan. Euglenophyta dianggap mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Selain mengandung klorofil a dan klorofil b, Euglenophyta juga mengandung karoten. Euglenophyta dianggap mirip hewan karena selnya tidak berdinding, dapat bergerak bebas dan berbintik mata. Salah satu contohnya yaitu Euglena viridis. (Isytamar, 2007 : 118).
Euglena viridis memiliki bentuk tubuh oval memanjang, di salah satu ujungnya terdapat mulut sel dan tumbuh satu cambuk atau flagela. Di dekat mulut sel terdapat bintik mata yang disebut stigma berwarna merah. Di dalam sitoplasma terdapat butir-butir kloroplas berbentuk oval yang berisi klorofil.
Euglena viridis dapat dijumpai di air tawar, misalnya di sawah atau air tergenang lainnya. Cara memperoleh makanannya melalui dua cara yaitu dengan fotosintesis dan dengan memakan zat-zat organik.
Gambar 11. Reproduksi Euglena
Euglena viridis berkembang biak dengan membelah diri, yaitu dengan pembelahan biner. Mula-mula intinya membelah, kemudian diikuti pembelahan membran plasma secara longitudinal (memanjang), sehingga terbentuk dua sel anak. (Syamsuri, 2007 : 119)
b.         Divisi Chrysophyta (Alga Keemasan)
Filum Chrysophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu :
1)        Kelas Alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning). Oleh karena itu, alga ini berwarna hijau kekuningan. Contohnya Vaucheria sp.
Gambar 12. Vaucheria sp
Tubuh Vaucheria sp tersusun atas banyak sel berbentuk benang (filamen) yang bercabang tetapi tidak bersekat. Filamen tersebut memiliki banyak inti (senosit). Filamen ini juga memiliki alat kelamin jantan atau anteridium dan alat kelamin betina atau oogonium. Anteridium menghasilkan spermatozoid dan oogonium menghasilkan ovum. Hasil fertilisasi berupa zigot, dan zigot akan tumbuh membentuk filamen baru. Reproduksi vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya dan apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi filamen baru. (Isytamar, 2007 : 120)
2)      Kelas Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae)
Alga ini memiliki klorofil dan karoten (pigmen keemasan). Tubuhnya ada yang uniseluler, misalnya Ochromonas sp, ada pula yang membentuk koloni, misalnya Synura sp.
Gambar 13. Ochromonas sp
Gambar 14. Synura sp
3)      Kelas Bacillariophyceae (Diatom)
Diatom banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah, misalnya di sawah, got, atau parit. Tubuhnya uniseluler. Dinding sel tersusun atas dua belahan, yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. Contohnya adalah Navicula sp. (Syamsuri, 2007 : 121)
Gambar 15. Reproduksi diatom

c.         Divisi Pyrrhophyta (Alga Api)
Kebanyakan anggotanya disebut dinflagelata. Anggota alga api adalah organisme yang tubuhnya tersusun atas satu sel, motil, selnya berdinding. Ciri utamanya adalah di sebelah luar sel terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu bulu cambuk. (Tjitrosomo, 2010: 59).
Gambar 16.
Noctiluca miliaris
Dinding selnya berupa lempengan selulosa berbentuk poligonal yang bersambungan sangat rapat. Di dalam sel terdapat plastida yang mengandung klorofil dan pigmen coklat kekuning-kuningan. Berkembang biak dengan cara membelah diri. Dinoflagellata kebanyakan hidup di laut, meskipun beberapa spesies terdapat dalam air tawar. Sejumlah dinoflagellata marin bersifat fosforesensi, yaitu memiliki fosfor yang memendarkan cahaya. Contoh alga api  adalah Noctiluca miliaris. (Tjitrosomo, 2010: 60)
d.        Divisi Chlorophyta (Alga hijau)
Ada yang uniseluler (soliter-koloni) dan multiseluler. Tubuhnya mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan pigmen warna lain (karoten & xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner untuk yang bersel satu dan fragmentasi untuk yang berbentuk benang, dan secara seksual  dengan konjugasi. Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora. (Aslam, 2013).
Beberapa contoh alga hijau yang sering anda jumpai di kolam sekitar anda antara lain:
1)        Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak, contohnya Chlorella sp.
Gambar 17.
Chlorella sp.
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel. Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”.

2)        Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak, contohnya Chlamidomonas sp.
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vakuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi. (perhatikan gambar berikut ini).
Gambar 18. Reproduksi Chlamidomonas sp
3)        Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak, contohnya Hydrodictyon sp.
Gambar 19.
Hydrodictyon  sp.
Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya  berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
4)        Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak, contohnya Volvox sp.
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500-5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.

5)        Chlorophyta berbentuk benang, contohnya Spyrogyra sp.
Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi yaitu: Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra baru yang haploid.
Gambar 20
6)        Chlorophyta berbentuk lembaran Ulva sp.
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (Perhatikan gambar di bawah ini).
Gambar 21. Siklus hidup Ulva sp.
e.         Divisi Phaeophyta (Alga coklat)
Gambar 22.
Laminaria sp.
Tubuhnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, bersifat multiseluler, memiliki pigmen berupa xantofil, fikoxantin, klorofil a dan c, habitat di dasar laut, reproduksi secara metagenesis (pergantian keturunan antara vegetatif dan generatif). Vegetatif dengan cara  fragmentasi, zoospora. Sedangkan generatif dengan cara oogami (peleburan antar ovum dan spermatozoid). Contohnya adalah Laminaria sp, yang merupakan penghasil asam alginat (untuk produksi tekstil, kosmetik dan makanan). (Aslam, 2013)

f.          Divisi Rhodophyta (Alga Merah)
Gambar 23.
Euchema spinosum
Bersifat multiseluler, memiliki pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (merah) dan fikosianin (biru), serta terdapat klorofil. Habitat di dasar laut, seperti rumput sehingga sering disebut dengan rumput laut. Reproduksi secara vegetatif dengan  pembentukan spora, dan secara generatif dengan  peleburan antara ovum dan spermatozoid. Sering dimanfaatkan untuk bahan makanan (agar-agar) dan kosmetik, contohnya Euchema spinosum. (Aslam, 2013)

3)      Peranan
a)         Bidang perikanan (sebagai makanan ikan yaitu fitoplankton dan zooplankton)
b)        Bidang pertanian (Rumput laut untuk pupuk dipesisir)
c)         Ekosistem perairan (sebagai produsen primer)
d)        Bidang industri (tanah diatom untuk amplas, isolasi, bahan dasar kaca)
e)         Bahan dasar makanan : Gelidium (agar-agar), Chondrus (minuman coklat), alginat (bahan campuran es krim).
f)         Bahan obat-obatan (Chlorella). (Etty, 2013)

E.     Protista Mirip Jamur
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba (protozoa). Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang. Protista mirip jamur dibedakan menjadi 2 filum, yaitu jamur lendir dan jamur air.
1.         Filum Jamur Lendir
Jamur lendir dapat dijumpai di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah dan kayu lapuk. Pada fase vegetatif, sifat-sifat jamur lendir mirip dengan Amoeba, tetapi reproduksinya mirip dengan fungi. Struktur tubuhnya seperti lendir atau plasmodium.
Siklus hidup jamur lendir, pada fase vegetatif plasmodium bergerak amoeboid untuk mengelilingi dan menelan makanan yang berupa bahan organik. Makanan dicerna didalam vakuola makanan, dan sisa-sisa yang tidak tercerna ditinggalkan sewaktu plasmodium bergerak. Selanjutnya jika telah mencapai dewasa, plasmodium membentuk sporangium (kotak spora) yang mirip dengan sporangium jamur. Sporangium yang matang akan pecah dan spora disebarkan angin. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah dan membentuk sel gamet yang berflagela atau sel-sel gamet yang mirip Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid. Sel-sel gamet melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama dan tidak dapat dibedakan jantan atau betina. Hasil peleburan kedua gamet membentuk zigot. Zigot kemudian tumbuh menjadi plasmodium dewasa.
Gambar 24. Reproduksi Jamur Lendir


a.       Jamur Lendir Tidak Bersekat (Myxomicota)
Filum Myxomycota terdiri atas jamur lendir. Anggota Myxomycota biasanya memiliki pigmen kuning atau oranye dan bersifat heterotrof. Myxomycota memiliki fase amoeboid berinti banyak dan tidak dibatasi dinding kuat yang disebut plasmodium yang dapat dijumpai dalam siklus hidupnya. Plasmodium dapat bergerak seperti Amoeba di atas substrat dan mencerna makanan secara fagositosis, menelan partikel atau sel secara langsung. Contoh spesies Myxomycota adalah Physarium sp. ( Etty, 2013).
b.      Jamur Lendir Bersekat (Acrasiomycota)
Gambar 26.
Acrasis rosea
Anggota Acrasiomycota atau yang disebut jamur lendir uniseluler, pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Jika makanan berkurang, amoeba mensekresikan zat kimia yang merangsang amoeba untuk bergabung membentuk plasmodium seperti siput tanpa cangkang. Plasmodium bergerak ke arah cahaya. Jika ada makanan, plasmodium ini berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduksi. Sel tangkai akan menghilang dan spora bertahan. Jika kondisi lingkungan baik, spora membentuk amoeba dan siklus berulang. Contoh spesiesnya Acrasis rosea. (Syamsuri, 2007 : 135).

2.         Filum Jamur Air (Oomycota)
Gambar 27.
Saprolegnia sp.
Oomycota dikenal sebagai jamur air (water molds), karat putih (white rust), dan downy mildew. Organisme ini terdiri atas hifa (filamen atau benang halus yang membentuk bagian vegetatif jamur) yang terlihat seperti jamur pada umumnya. Oomycota memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Pada umumnya, jamur air merupakan pengurai yang tumbuh pada alga atau hewan mati. Beberapa lagi merupakan parasit pada ikan. Anggota dari kelompok Oomycota sebagian besar bereproduksi menghasilkan oogonia. Beberapa yang lainnya bereproduksi secara aseksual dengan zoospora. Pada saat proses reproduksi, zoospora bergerak dengan berenang cepat. Peristiwa tersebut terjadi di dalam air. Contoh spesies Oomycota adalah Saprolegnia. (Etty, 2013).
Adapun siklus hidupnya yaitu sebagai berikut:
a.       Reproduksi Aseksual
Bermula dengan adanya zoosporangium (2n) yang berada pada ujung hifa yang terbentuk dari benang atau hifa yang membengkak. Di dalam sporangium tersebut, dihasilkan spora yang berflagella yang disebut zoospora (2n). Ketika zoospora matang dan jatuh di tempat yang sesuai, maka akan berkecambah dan tumbuh menjadi mycelium baru. Namun jika lingkungan yang tidak memungkinkan, maka Zoospora ini kemudian membentuk sista (2n) untuk bertahan hidup.
b.      Reproduksi Seksual
Reproduksi ini terjadi dengan cara oogami. Di dalam oogonium dibentuk sel telur, sedangkan di dalam anteridium tidak terbentuk sel sperma, tetapi terdapat banyak inti. Jika anteridium bersentuhan/menempel dengan oogonium akan menghasilkan saluran fertilisasi yang akan menembus oogonium dan menyediakan jalan bagi perpindahan inti. Pembuahan oosfer (sel telur) menghasilkan zigot. Zigot mempunyai dinding tebal dan tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti udara dingin dan kekeringan. Zigot akan berkembang menjadi oospora. Setelah mengalami fase istirahat, intinya mengalami reduksi dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru. Dimana individu baru ini mula-mula berinti empat, tetapi selanjutnya berinti banyak. Selanjutnya zigot mengalami germinasi/ perkecambahan untuk terjadinya pembebasan zigot yang dapat mengalami pembelahan meiosis untuk menghasilkan individu-individu lainnya. (Linda, 2014)
Gambar 28. Reproduksi Jamur Air

3.      Peranan
a.         Phytium sp. yaitu penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman.
b.        Saprolegnia parasitica yaitu parasit pada  ikan.
c.         Phytophtora infestans, merupakan jamur parasit pada kentang (busuk kentang).
d.        Phytophtora faberi yaitu penyebab penyakit kanker pada bidang sudapan pohon karet.
e.         Phytophtora nictiane yaitu penyebab busuk pada daun tembakau.














KESIMPULAN

Berdasarkan materi yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1.        Protista adalah kelompok organisme yang memiliki struktur  eukariotik, uniseluler, dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya.
2.        Protista merupakan organisme eukariotik sederhana yang sebagian besar hidup di air, beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia dan tanaman.
3.        Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip tumbuhan dan protista mirip jamur.
4.        Ciri- ciri protista mirip hewan diantaranya berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100- 300 µ serta melakukan reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, dan reproduksi seksual dengan konjugasi.
5.        Berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu Flagellata bergerak dengan bulu cambuk, Ciliata bergerak dengan silia (rambut getar), Rhizopoda bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu), dan Sporozoa tidak memiliki alat gerak.
6.        Peranan protozoa ada yang menguntungkan dan merugikan. Peranan yang merugikan diantaranya Trypanosoma evansi sebagai penyebab penyakit sura pada ternak, dan menguntungkan yaitu Foraminifera (Globierina bulloiders) berguna sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi.
7.        Ciri-ciri Protista Mirip Tumbuhan diantaranya tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (tubuhnya disebut talus), bentuk beragam ada yang bulat, benang, dan lembaran.
8.        Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, alga dibedakan menjadi Filum Euglenophyta, filum Chrysophyta (Alga Keemasan), filum Pyrrhophyta (Alga Api), filum Chlorophyta (Alga hijau), filum Phaeophyta (Alga coklat), dan filum Rhodophyta (Alga Merah).
9.        Alga berperan dalam bidang perikanan, bidang pertanian, ekosistem perairan, bidang industri, bahan makanan dan bahan obat-obatan.
10.    Ciri-ciri Protista mirip jamur diantaranya bersifat uniseluler maupun multiseluler, serta tidak berklorofil.
11.    Protista mirip jamur dibedakan menjadi 2 filum, yaitu jamur lendir dan jamur air.
12.  Peranan Protista mirip jamur diantaranya Phytium sp. yaitu penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman.




LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) PROTISTA
Protista menyerupai hewan (protozoa) diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu ..............., ..............., ..............., dan ............. Pengklasifikasian ini didasarkan pada .............. Contoh protozoa yang hidup dalam rongga mulut sehingga merusak gigi dan gusi adalah...... sedangkan flagellata yang penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak yaitu............. hospes perantaranya adalah ........... . Penyebab penyakit malaria quartana yaitu .......... Vektor penyakit ini adalah .......... .
Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dimilikinya protista menyerupai tumbuhan dikelompokkan menjadi........, ............, ............, ..............., ..................., dan ............ . Pigmen utama pada Chlorophyta adalah ....... Sedangkan Pigmen pada Rhodophyta adalah ..............
Protista menyerupai jamur terdiri atas ............... dan ................

1.      Flagellata
2.      Ciliata
3.      Rhizopoda
4.      Sporozoa
5.      Alat gerak
6.      Entamoeba ginggivalis
7.      Trypanosoma evansi
8.      lalat tse-tse
9.      Plasmodium malariae
10.  Nyamuk Anopheles betina
11.  Euglenophyta
12.  Chrysophyta (Alga Keemasan)
13.  Pyrrhophyta (Alga Api)
14.  Chlorophyta (Alga hijau)
15.  Phaeophyta (Alga coklat)
16.  Rhodophyta (Alga Merah)
17.  Kloroplas
18.  Fikoeritrin
19.  Jamur lendir
20.  Jamur air


DAFTAR PUSTAKA
Soepomo, 2009. Modul Biologi Untuk SMA/MA . Sukoharjo : Setiaji.
Syamsuri, Istamar dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga.
Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 2010. Botani Umum 3. Bandung : Angkasa.
Anonim. 2013. Ciri-ciri Protista dan Contohnya. [Online]. Tersedia : http://kliksma.com /2014/08/ciri-ciri-protista-dan-contoh.html diakses pada tanggal 29 September 2015 pukul 20:22 WIB.
Aslam, 2013. Protista Mirip Tumbuhan (Alga). [Online]. Tersedia : http//aslam02.wordpress. com diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 05:04 WIB
Damayanti, Linda. 2014. Biologi : Siklus Hidup Jamur Air (Oomycota). [Online]. Tersedia : http://damayantilinda.blogspot.co.id/2014/01/biologi-siklus-hidup-oomycota-jamur-air.html diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 05:21 WIB.
Etty, 2013. Protista. [Online]. Tersedia : http://ettxfhenzter.blogspot.co.id diakses pada tanggal 30 September 2015 pukul 05:01 WIB.
Rika, 2013. Protista Mirip Hewan (Protozoa). [Online]. Tersedia : http://jadikecil.wordpress. com diakses pada tanggal 29 September 2015 pukul 20:31 WIB.

Widawati, Mita. 2013. Makalah protista. [Online]. Tersedia : http://mitawidawati. blogspot.co.id diakses pada tanggal 29 September 2015 pukul 20:04 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar